
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyarankan kepada otoritas pasar modal Bapepam-LK agar penilaian marjin tidak dipandang hanya satu saham saja melainkan sejumlah saham atau basket stock.
Demikian diutarakan Ketua APEI, Lily Wijaya kepada wartawan di Gedung Bapepam-LK, Kamis (5/11). "Marjin menjadi sah jika dalam satu kesatuan. Jadi kalau satu saham tidak memenuhi syarat dikeluarkan (dalam list transaksi saham marjin), tapi masih dapat ditransaksikan di pasar reguler," ucap Lily Widjaya.
Menurutnya, dalam pertemuannya hari ini dengan Bapepam, otoritas pasar modal ini menghendaki agar setiap bulan dilakukan review atas transaksi marjin ini. Namun, review setiap bulan ini memberatkan pelaku pasar lantaran permasalahan lapangan. "Kalau direview tiap bulan itu kan susah. Pelaku pasar juga agak sulit karena masalah teknis saja," ujarnya.
Untuk itu, pelaku pasar akan menyampaikan masukan secara lisan kepada Bapepam mengenai transaksi marjin. "Kita mengejar deadline Januari 2010. Jadi, minggu depan akan kita usahakan," terangnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur Pengawasan BEI, Wan Wei Yong menuturkan, jika saham-saham dalam list transaksi marjin ada yang tidak memenuhi kualifikasi maka saham yang tidak memenuhi kualifikasi itu yang dikeluarkan bukan keseluruhan saham dalam basket stock tersebut.
"Selain itu, nasabah tidak perlu melakukan top up jika rasio dalam basket stock cukup," tegasnya.
Dari 176 AB yang memberikan fasilitas marjin ada 67 AB. Sebelumnya, pelaku pasar lebih mudah jika (syarat marjin) berlaku untuk sejumlah saham atau basket stock dan saham marjin wajib diumumkan sebulan sekali. [san/cms]
- TPIA Bagi Dividen Rp50 per Saham
- Rekomendasi ANTM Positif Meski Kinerja Merosot
- Barito Pasific Beli 29,7 Jt Saham GZCO
- BUMI & TLKM Tekan Bursa 7 Poin
- 'Rights Issue', BNI Harus Penuhi 3 Syarat
- Kim Eng Securities Jual 1,3Jt Saham TOTL
- Sesi I IHSG Ditutup Turun 7,7 Poin
- Efek Elnusa Layak Ditimang
- Penjualan CPO AALI Naik 24,3%
- Jangka Pendek, Harga Wajar MPPA 1.300
- ‘Operating Cost’ Bank Halangi Penurunan Bunga Kredit
- INVS Cetak Laba Bersih Tumbuh 1.300%
- IHSG Dibuka Anjlok 24,72 Poin
- IHSG Masih Diuji di Kisaran 2.712-2.767
- BEI Suspensi Saham RAJA












