
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Agresivitas bursa di awal perdagangan sedikit mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kembali tenang meskipun tetap bertahan di area positif.
Pada perdagangan Selasa (10/11) sesi siang, IHSG
menguat 0,401 poin (0,02%) ke level 2.406,835. Indeks saham unggulan LQ 45
juga naik 0,158 poin (0,03%) ke level 472,866. Volume transaksi tercatat 1,754 miliar lembar saham, senilai Rp 1,475 triliun dengan frekuensi 37.158 kali. Sebanyak 63 saham naik, 108 turun dan 50 stagnan.
Sektor industri dasar dan perkebunan memimpin kenaikan 0,6%, diikuti sektor infrastruktur 0,5%, manufaktur dan aneka industri 0,4%, serta sektor konsumsi 0,3%. Sedangkan beberapa sektor yang masih memerah antara lain perdagangan, properti, tambang dan finansial.
Alfiansyah, Analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hingga penutupan sore nanti, seiring positifnya indeks Dow Jones. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.450 dan 2.400 sebagai support psikologisnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (10/11).
Menurutnya, pasar domestik masih bergerak dengan pola jangka pendek, dimana investor segera merealisasikan keuntungan saat sudah naik. Inilah yang menyebabkan indeks bergerak tipis sedikit melambat. “Meskipun ada aksi profit taking, arah indeks hingga penutupan tetap akan positif,” paparnya.
Penguatan indeks ditopang oleh sentimen positif bursa AS mengapresiasi pertemuan G20 yang menyetujui upaya mempertahankan paket stimulus. Selain itu ditopang laporan keuangan emiten kuartal ketiga yang bervariasi. “Ada yang mencatatkan pertumbuhan laba, tapi ada juga yang masih berada dalam posisi rugi,” tuturnya.
Memang secara historis, pada saat Dow Jones mengalami penguatan signifikan, sangat rentan terhadap aksi ambil untung. Hal ini disikapi pelaku pasar domestik untuk lebih cepat melakukan profit taking. “Ini memang terjadi dalam beberapa hari terakhir karena pasar menggunakan pola-pola transaksi jangka pendek,” imbuhnya.
Sedangkan dari dalam negeri, stabilnya nilai tukar rupiah yang cenderung terapresiasi, turut memperkuat laju indeks. Begitu pula laporan keuangan emiten domestik yang memicu selective buying terutama untuk investasi jangka panjang.
“Pasar cenderung memburu saham-saham yang berfundamental kuat terutama saham-saham unggulan yang pada kuartal III ini menunjukkan performa pertumbuhan ketimbang tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sektor saham yang akan menjadi penggerak indeks hingga penutupan sore nanti berasal dari Grup Astra, seperti PT Astra Argo Lestari (AALI) dan PT United Tractor (UNTR). Dari tambang batubara adalah PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Bukit Asam (PTBA).
Demikian pula saham sektor semen, seperti PT Semen Gresik (SMGR), PT Semen Cibinong (SMCB), dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP). Menurutnya, sektor semen menarik terkait rencana pembangunan infrastruktur oleh pemerinah. “Sektor semen bisa diakumulasi,” ujarnya.
Alfiansyah menuturkan, pemodal secara umum saat ini akan selektif secara sektoral terhadap saham yang memiliki prospek pertumbuhan laba di 2010. Misalnya PT Gozco Plantations (GZCO), PT Bakrie Sumatera (UNSP), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Adaro Energy (ADRO).
“Akumulasi beli di level support untuk saham-saham itu bagi investor jangka panjang dan trading buy untuk posisi hariannya,” pungkasnya.
Sementara tim riset Panin Sekuritas memprediksikan, IHSG hari ini masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Saham grup Astra tampaknya masih menjadi incaran dari pemodal. “IHSG diperkirakan akan menguji level resistance 2.415-2.420 dengan support di 2.385-2.390,” imbuhnya.
Saham yang direkomendasikan secara teknikal salah satunya adalah PT United Tractor (UNTR). Menurutnya, dalam 2 hari terakhir emiten tersebut mengalami rebound setelah bergerak bearish downtrend jangka pendek.
Saham ini diperkirakan masih akan menguat menguji level Rp16.250, jika tembus terbuka kemungkinan menuju Rp16.700-an. Sementara untuk support di Rp14.900-an. “Indikator RSI (14) berada di 55,45, menunjukkan masih ada ruang untuk naik. Trading buy,” ungkapnya.
Saham lain yang menarik untuk spekulasi jangka pendek adalah PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA). Dalam tiga hari terakhir volume transaksi mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan terjadinya akumulasi.
Meski demikian, perlu diwaspadai kecenderungan saham ini kurang likuid tengah lesunya pasar. Dari beberapa indikator mengindikasikan peluang menguat, serta adanya ruang untuk bergerak naik. “KIJA berpeluang menguji level 137-140. Sementara support di 124. Speculative buy,” pungkasnya. [mdr]
- Inilah 3 Calon Deputi Gubernur BI
- Fitch Rating: Rating Semen Baturaja A-
- BLTA Cabut 'Voluntary Offer' Atas CECO
- BUMI Sepekan Cenderung Stagnan
- MAPI Gelar 'MAP Fashion Week'
- Tunggu Sampai Terjadi Koreksi
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha












