Minggu, 21 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Ekonomi
 
12/11/2009 - 18:42
Penutupan Pasar Valas
AS Libur, Rupiah Lesu Darah
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Sentimen positif dari penguatan indeks saham gagal menopang penguatan pasar uang. Hari libur veteran di AS dijadikan momentum aksi profit taking. Rupiah pun lesu.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (12/11) melemah 25 poin (0,266%) terhadap dolar AS menjadi 9.415/9.425, ketimbang posisi kemarin di level 9.390/9.400. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan 15.5 poin (0,165%) menjadi 9.410 per dolar AS.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Albertus Christian K mengatakan, rupiah melemah seiring aksi profit taking terhadap mata uang domestik dan regional. Hal ini menyusul libur hari veteran di AS Rabu (11/11). “Rupiah pun ditutup melemah ke level 9.415,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (12/11) sore.

Albertus menilai, dolar AS seharusnya melemah terhadap mata uang lain, seiring intervensi verbal dari IMF dan pertemuan G20 yang akan mempertahankan paket stimulus. Apalagi IMF menyatakan, meski nilai tukar dolar AS selama ini terdepresiasi akibat pengalihan risiko, namun denominasi mata uang AS ini masih terlalu kuat.

Pasar pun menyikapi berbeda sentimen positif dari intervensi verbal IMF ini, yaitu dengan langsung menjadikannya sebagai momentum profit taking. Dolar pun menguat. “Libur AS justru dijadikan momentum bagi pasar untuk merealisasikan keuntungan,” paparnya.

Koreksi rupiah dan mata uang regional disebabkan kekhawatiran pelemahan poundsterling. Gubernur Bank Sentral Inggris mengatakan ekspektasi inflasi di Inggris masih rendah, sehingga tidak bisa mendongkrak mata uangnya. “Saat market AS libur, penguatan saham tertahan sehingga dolar pun menguat,” ujarnya.

Di sisi lain, konsensus pasar tentang pergerakan bursa saham di sesi dua, masih terpecah-pecah. Hal ini menyebabkan dolar AS bergerak variatif terhadap mata uang utama. “Sentimen hari ini tidak begitu jernih, sehingga tidak ada harmonisasi antara kenaikan saham dengan pelemahan dolar AS, baik di pasar global maupun domestik,” timpalnya.

Demikian pula dengan penguatan tipis indeks future Dow Jones yang seharusnya menekan dolar AS. Namun, dolar AS justru variatif cenderung menguat terhadap mata uang lain. “Terhadap euro dolar AS masih melemah ke level 1,4965,” imbuhnya.

Bagaimanapun, ekspektasi pelemahan dolar AS yang biasanya terjadi seiring penguatan di pasar saham jangka menengah, yaitu hingga kuartal kedua 2010, sempat mengangkat rupiah di sesi pagi ke level 9.380. “Bahkan momen seperti itu biasanya bisa menggerakkan nilai tukar hingga 1000 poin untuk mata uang regional,” tuturnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.788 terhadap dolar Australia, di angka 14.103 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa, dan di posisi 6.786 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya empat mata uang yang menguat.

Yen Jepang naik 0,12% menjadi 89.756, dolar Hong Kong terangkat 0,0006% ke level 7.750, won Korsel terapresiasi 0,03% ke angka 1.157, dan baht Thailand terdongkrak 0,03% terhadap dolar AS ke posisi 33.315. Selebihnya, mata uang kawasan melemah.

Dolar Australia turun 0,25% menjadi 0.932, dolar New Zealand terkoreksi 0,03% ke posisi 0.739, dolar Singapura tertekan 0,12% menjadi 1.388, dolar Taiwan terdepresiasi 0,09% ke angka 32.322, peso Filipina melandai 0,32% menjadi 46.870, rupee India terperosok 0,43% ke posisi 46.516, yuan China merambat turun 0,01% ke angka 6.826, dan ringgit Malaysia terpelanting 0,14% ke level 3.382 per dolar AS. [ast/mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !