

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - PT Excelcomindo Pratama (EXCL) tahun depan memiliki tuang jatuh tempo mencapai Rp3 triliun. Untuk belanja modal perseroan mengganggarkan US$450 dari tahun ini US$500.
Hal itu dikatkaan Senior VP Corporation Finance Excelcomindo Johnson Chan seperti dikutip dari sebuah harian ekonomi nasional. "Perseroan akan membayar kewajiban itu dengan dana dari pinjaman PT BNI dan penawaran saham terbatas (right issue)," katanya.
Perseroan telah mendapat pinjaman dari BNI beberapa waktu lalu sebesar Rp1,6 triliun dan saat ini masih menunggu persetujuan right issue. perseroan terus akan menekan jumlah utang yang hingga September 2009 sebesar Rp18,4 triliun. Dari jumlah tersebut perseroan akan menekan pinjaman sebesar Rp3 triliun hingga tahun ini menjadi kisaran Rp15 triliun.
Saat ini jumlah utang EXCL yang berdenominasi US$ mencapai US$845 juta dan denominasi rupiah Rp9,3 triliun atau 50% pinmana rupiah dan 50% pinjaman dalam US$. Komposisi pinjaman akan diubah menjadi 75% rupiah dan 25% dolar AS. Utnuk rencana raight issue perseroan akan memproyeksikan dapat meraup dana sebesar US$300 juta atau setara dengan sekitar Rp3 triliun. [hid]
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis
- ADHI Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Rp3,437 M
Kurs BI :












