
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk hari ini meluncurkan fitur terbaru dari produk Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang memberikan keuntungan dan kemudahan dalam membayar angsuran kendaraan premium.
Hal itu dikatakan Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid di Jakarta, Rabu (18/11). “Fitur KPM Smart Luxury merupakan inovasi terbaru dari CIMB Niaga untuk memiliki kendaraan premium. Selain keringanan dalam pembayaran angsuran, fitur ini memberikan pilihan skema pembayaran pokok pinjaman yang sangat menarik untuk nasabah CIMB Niaga,” katanya.
Produk ini tidak lepas dari target perseroan mempertahankan pangsa pasar pembiayaan di sektor ritel. Per 30 September 2009, jumlah pinjaman yang telah dikucurkan untuk kredit pemilikan kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp7,5 triliun, meningkat 25% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Jumlah ini memberikan kontribusi sebesar 33% dari total kredit Ritel CIMB Niaga dan ditargetkan akan terus meningkat dengan diluncurkannya produk ini.
Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan nasabah menggunakan produk KPM CIMB Niaga yang memiliki beragam kelebihan dibandingkan produk sejenis lainnya. Melalui KPM Smart Luxury ini misalnya, nasabah dapat menikmati suku bunga yang kompetitif, uang muka mulai 25%, fasilitas pembiayaan maksimal hingga Rp 5 miliar, jangka waktu hingga 4 tahun serta fleksibilitas pembayaran pokok pinjaman. Selain itu, seluruh ATPM dan lebih dari 15 showroom kendaraan CBU yang telah menjadi mitra kerja CIMB Niaga. [hid]
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot
- DPR Minta Holding Perkebunan BUMN Setelah IPO












