Rabu, 17 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Ekonomi
 
19/11/2009 - 11:53
CIMB Bidik KPR Akhir Tahun Rp14,3 T
Susan Silaban

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik pertumbuhan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) hingga akhir tahun naik Rp1 triliun dari kuartal III 2009 Rp13,3 triliun menjadi Rp14,3 triliun.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, James Rompas kepada wartawan pada acara paparan kinerja di Jakarta, Kamis (19/11). "Memang outstading KPR CIMB Niaga flat, namun kami optimis akhir tahun bisa tumbuh Rp1 triliun dari kuartal ketiga," papar James Rompas.

Ia menambahkan, walaupun outstansding KPR flat, tapi CIMB Niaga telah melakukan pembukuan setiap bulan ada kenaikan permintaan KPR berkisar Rp350-400 miliar per bulannya. Jadi, untuk mencapai angka tersebut, CIMB Niaga setiap bulannya harus mengeluarkan produk baru yang ditargetkan membidik paling sedikit Rp300 miliar. KPR CIMB Niaga memiliki bunga 9,9% tertinggi pada Oktober.

"Memang demand KPR pada kuartal 1 dan 2 turun, namun permintaan KPR untuk kuartal IV diprediksikan naik," tuturnya.

Memang sepanjang triwulan III 2009 ini, menurut James Rompas, dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 1% menjadi Rp81,30 triliun dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp80,74 triliun ketimbang

permintaan KPR yang sedikit. Selain itu, penempatan dana murah CIMB Niaga pun naik 17% menjadi Rp39,94 triliun dibanding sebelumnya yang hanya Rp34,06 triliun.

"Untuk menggenjot permintaan KPR, CIMB Niaga akan terus memberikan dan meluncurkan kredit yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memang saat ini, KPR Rusun belum ditangani. Namun, jika ada yang menunjuk

kami sebagai bank pelaksana kami akan bersedia," pungkasnya.

Swementara itu, nilai DPK perbankan nasional pada September naik Rp10,2 triliun menjadi Rp1.857,3 triliun. Nilai outstanding kredit dari Agustus ke September susut dari Rp1.400,4 triliun menjadi Rp1.399,9 triliun.

Ketimpangan ini menyebabkan tumpukan dana yang di parkir di SBI semakin tinggi. Per Oktober 2009, dana SBI mencapai Rp245 triliun. Bankir merasa aman menaruh dana di SBI lantaran bunga yang tinggi 6,5%. [san/cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !