

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal membangun PLTU di Indramayu berkapasitas 2.000 Megawatt pada 2012 senilai US$2 miliar dan diperkirakan akan beroperasi pada 2015.
Demikian diungkapkan Bambang Praptono, Direktur Perencanaan Strategis PLN seusai rapat komisi VI dengan PLN, PGN, dan Pertamina di DPR, Senin (23/11). "Sekarang masih persiapan mungkin dalam waktu dekat dibicarakan loan agreement, ya mungkin tahun depan lah," ucap Bambang Praptono.
Ia menambahkan, pendanaanya diperoleh dari Jepan International Coorporation Agency (JICA). Memang tahap fasiability study direncanakan pada 2011 dan akan beroperasi pada 2015. "Tahun depan kita akan lanjutkan pembicaraan dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)," ucapnya.
Menyoal PLTGU Muara Karang, Bambang menegaskan, kapasitas Muara Karang mencapai 1.200 megawatt dengan nilai investasi mencapai US$1 miliar. Saat ini, investasi yang dibutuhkan berasal dari Kredit Ekspor senilai US$450 juta dan PLN mencapai US$150juta. "Namun, PLTGU Muara Tawar ini belum di tender," pungkasnya.
Untuk kabel laut di Bali nilai investasinya mencapai US$60 juta dan kebutuhan untuk Jakarta mencapai US$300 juta. "Ini akan ditender. Jika Jepang menang maka akan dibiayai JICA sebaliknya jika Jerman menang akan dibiayai KFW," pungkasnya. [hid]
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro
- PTBA-Pertamina Jalin MoU Proyek Sasol
- Weleh! Minyak Sedikit Merosot
Kurs BI :












