

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Fundamental perekonomian Indonesia menjadi faktor penting bursa saham Indonesia pada 2010. Meskipun saat ini sedang mengangat kasus Century.
"Fundamental perekonomian ekonomi jauh lebih berperan sepanjang kasus Century tidak membesar. Sebab kasus Century tidak akan berpengaruh pada bursa saham Indonesia," kata CEO Lumen Capital Resources Harry Suwanda, ujarnya saat peluncuran buku 'Rahasia bebas finansial dengan berinvestasi di pasar modal' Kamis (26/11).
Harry mengatakan, kasus itu belum mendorong investor asing hengkang dari Indonesia. Jadi tidak seperti kasus kerusuhan Mei 1998 karena investor asing hengkang dari Indonesia sehingga terjadi koreksi pada bursa saham. Hal ini pernah terjadi zaman Koizumi di Jepang ada skandal. Saham Nikkei crash setelah itu kembali naik," ujar Harry.
Menurut Harry, bursa saham Indonesia menunjukkan performance paling bagus pada 2009. Investor asing melirik bursa saham Indonesia tempat menarik untuk berinvestasi. Apalagi penurunan saat ini karena faktor teknikal saja dan masih wajar. [hid]
- Pengetatan China Hantam Bursa Asia
- FREN tak Sanggup Bayar Bunga Utang
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Buy'
- BLTA 'Upsize' Obligasi US$25 Juta
- Akhir Maret, Bapepam Serahkan Draft OJK ke Kemenkumham
- INTP Investasi 2 Pabrik US$35 Jt
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Sell'
- Fuad: 'No Comment'
- Saham Kapitalisasi Besar Selamatkan Bursa
- Jerash Investment Kuasai 19,6% FREN
- Saham Lapis Dua & Tiga Bakal Naik
- Disuspensi, FREN Akui tak Ada Kejadian Penting
- IHSG Punya Nyali Naik 3 Poin
- Mari Akumulasi Saham Properti
- 2009, Produksi Batubara ITMG Capai 21,4 Jt ton
Kurs BI :












