

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Krisis Dubai belum memberikan dampak terhadap proyek PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di Timur Tengah. Namun perseroan akan terus memantau dampak bisnisnya di Oman dan Qatar.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan ADHI Indradjaja Manopol, saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (29/11). "ADHI tidak memiliki proyek apa pun di Dubai sehingga tidak memiliki dampak terhadap ADHI," ujar Indradjaja.
ADHI memiliki beberapa proyek di Timur Tengah seperti di Oman dan Qatar. Indradjaja mengharapkan, proyek pembangunan komplek mal dan apartemen di Oman tidak memiliki masalah karena kasus Dubai World.
Ia menambahkan, proyek pembangunan kompleks mal dan apartemen di Oman ini sudah hampir selesai. Diprediksikan proyek pembangunan komplek mal dan apartemen di Oman selesai pada 2010. "Proyek di Oman tetap berjalan tidak ada masalah apa-apa. Diharapkan pemilik atau investor tidak berhubungan dengan investor di Dubai," kata Indradjaja Manopol.
Nilai kontrak investasi pembangunan investasi di Oman pada tahap I ini sekitar US$75 juta. Indradjaja mengatakan, ADHI sedang mengusahakan proyek tahap kedua di Oman dengan nilai kontrak investasi sekitar US$50 juta. "Kita sedang mengusahakan proyek tahap kedua senilai US$50 juta," tambah Indradjaja.
Terkait kasus Dubai World, Indradjaja mengatakan, rencana ekpansi di Timur Tengah akan melihat situasi di Timur Tengah dahulu. "Kita lihat perkembangan dulu di Timur Tengah. Tapi tidak akan banyak ekspansi dulu," ujar Indradjaja.
Saat ini ADHI menyelesaikan proses arbitrase terkait proyek Shangrila di Qatar. ADHI dibantu oleh utusan presiden yaitu Alwi Shihab untuk penyelesaian kasus proyek Shangrila. "Saat ini sedang dispute dan diupayakan dengan cara amicable settlement," ujar Indradjaja. [hid]
- Khawatir Akan Valuasi, Bursa Asia Jatuh
- Laba Bersih Indocement Naik 57%
- KSEI: Pengguna AKSes Capai 10.751 Investor
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Buy' Sore
- BKPM: Pengadaan BTS tak Perlu Asing
- Pefindo Beri Peringkat AA- untuk BBTN dan OTMA
- Bursa Awasi Pergerakan Saham ASDM
- Bayan Bakal Akuisisi Tambang di Kalimantan
- 'Profit Taking', Bursa Meranggas
- RUPS Bayan Setujui Jaminkan Aset Cari Pinjaman
- Menkeu Setujui 'Rights Issue' BNI
- MPPA Wajib Paparkan Dana Hasil Penjualan Matahari
- Regional Merah, IHSG Turun 19,02 Poin
- Penjualan Saham Teijin Hampir Final
- Bapepam-LK: Rangkap Jabatan Sah-sah Saja!
Kurs BI :












