
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Krisis Dubai World tidak akanberpengaruh signifikan terhadap pasar obligasi Indonesia. Sebab krisis itu sudah diback up Abu Dhabi dengan cadangan devisa cukup banyak.
Hal itu disampaikan analis obligasi PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Ronny Wicaksono, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (30/11). "Dampaknya tidak terlalu siginifikan terhadap obligasi Indonesia. Memang bursa saham AS, Inggris, Asia kena imbas Dubai World tetapi hari ini bursa saham Asia kembali positif," tutur Ronny.
Ronny mengatakan, Dubai World akan diback up Abu Dhabi sehingga bisa memberikan sentimen positif. Kasus penundaan pembayaran obligasi tersebut terjadi di Dubai yang memiliki cadangan devisa cukup banyak. Dubai World masih memiliki cadangan devisa sekitar US$100 miliar. Dubai World mengumumkan menunda pembayaran obligasi sekitar US$59 miliar hingga Mei 2010.
Terkait penerbitan obligasi pada 2010, Ronny mengatakan, penerbitan obligasi akan marak pada semester I 2010. Faktor penerbitan obligasi akan marak pada 2010 karena pertumbuhan ekonomi yang mulai recovery dan pendanaan ekspansi melalui penerbitan obligasi relatif murah dibandingkan pinjaman bilateral dan perbankan. "BI Rate diprediksikan akan tetap dipertahankan sekitar 6,5% pada semester I 2010, momentum ini akan memberikan kesempatan untuk penerbitan SUN dan obligasi," ujar Ronny. [hid]
- Tunggu Sampai Terjadi Koreksi
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis












