

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH. COM, Jakarta - Angka US$100 miliar pada cadangan devisa hanyalah angka psikologis. Yang terpenting adalah efisiensi penggunaan anggaran yang ada.
Demikian dikatakan, Kepala bagian direktorat Internasional Bank Indonesia (BI), Peter Jacobs, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (5/2). "Cadangan devisa US$100 miliar itu, itu psychological level, sebagian menganggap kayanya angka 100, kalau 60, 70, sepertinya bagaimana," kata dia.
Ia mengatakan, BI harus berhati-hati dalam mengejar target tersebut. Kekacauan dapat saja terjadi karena BI berlebihan melepas rupiah untuk menyedor Dollar sebanyak banyaknya. Selain itu, BI juga harus bijak dalam melakukan pinjaman untuk memenuhi cadangan devisa sebesar US$100 miliar
"Harus hati-hati, tidak bisa hutang banyak banyak rasio bisa kacau. Jadi tidak bisa asal," katanya.
Selanjutnya Peter mengingatkan, tidak selamanya cadangan devisa yang besar berarti baik. Pasalnya cadangan devisa yang besar tersebut bisa menjadi boomerang jika terjadi kesalahan dalam mengaturnya. "Kalau salah manage, cadangan besar justru bahaya," kata dia.
Sebelumnya menurut Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, memproyeksikan Indonesia bisa mencapai angka cadangan devisa US$100 miliar. Namun, cadangan devisa sebesar itu diperkirakan belum akan tercapai pada tahun ini atau tahun depan (2011).
Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari tercatat sebesar US$69,6 miliar. Jumlah cadangan devisa ini setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Cadangan devisa ini naik US$800 juta dibanding posisi pada akhir Desember 2009 sebesar US$66,1 miliar. Sedangkan, akhir tahun ini diperkirakan naik US$10 miliar menjadi US$76 miliar.
BI memperkirakan kinerja ekspor lebih baik akibat kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi global, sementara impor turun lebih besar dari perkiraan. Cadangan devisa akhir 2010 diperkirakan tumbuh menjadi US$76,0 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. [san/cms]
- Rupiah Sore Ditutup Menguat 25 Poin
- ‘Hot Money’ Tak Picu Gelembung Ekonomi
- Rupiah Pagi Dibuka Melemah Tipis
- Rupiah Akhir Pekan Bersiap Menguat Terbatas
- Rupiah Kehabisan Tenaga
- Petani Tembakau Terancam Punah
- Kenaikan TDL Picu Inflasi Hingga 7%
- Eits! Rupiah Hanya Turun 5 Poin
- Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin
- Faktor Eksternal Masih Dukung Rupiah
- BPS: Maret Diperkirakan Deflasi
- Suku Bunga The Fed Picu Rupiah Meroket
- Sentimen The Fed, Rupiah Sore Naik Rp50 Poin
- Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
- ANTA Catatkan Laba Bersih Naik 37%
Kurs BI :












