Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Ekonomi
 
05/02/2010 - 18:45
Penutupan Pasar Uang
Krisis Eropa Hempaskan Rupiah
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Koreksi tajam di pasar saham serta pemburukan kondisi fiskal di Eropa, memicu penguatan pada dolar AS. Nilai tukar rupiah pun tertekan.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/2) ditutup melemah 90 poin (0,966%) terhadap dolar AS menjadi 9.405/9.410, ketimbang posisi kemarin di level 9.315/9.320. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan melemah 83,75 poin (0,898%) menjadi 9.410 per dolar AS.

Pengamat pasar uang David Sumual mengatakan, rupiah hari ini melemah seiring koreksi tajam mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). Revaluasi ini mendongkrak dolar AS ke level 1,36 per euro dari sebelumnya 1,414. “Karena itu, rupiah hari ini melemah ke level 9.405,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/2).

Pelemahan euro juga memicu sentimen negatif di pasar modal, sehingga IHSG terkoreksi tajam. Pasar melakukan profit taking, seiring kenaikan indeks dolar AS terhadap semua mata uang yang mencapai angka 80. Level ini merupakan penguatan tajam, mendekati kondisi saat krisis akhir 2008 lalu, di level 85-90.

Perbedaannya, dolar AS ketika itu menguat tajam terhadap semua mata uang, bukan hanya terhadap euro. Sedangkan kali ini, mata uang emerging market justru tampak bertahan. Bahkan kalau dilihat dalam dua bulan terakhir, mata uang negara-negara berkembang dalam tren menguat. “Meskipun rata-rata mata uang regional melemah, koreksi mata uang di emerging market, termasuk Indonesia tidak terlalu signifikan,” ulasnya.

Menurut David, penguatan tajam dolar dipicu revaluasi euro seiring jatuhnya ekonomi Eropa. Artinya, bukan karena dolar AS yang menguat tapi mata uang euro yang melemah tajam. Selain euro merupakan mata uang yang baru, muncul masalah pembengkakan utang di Yunani yang merambat ke Portugal dan Spanyol. “Akibatnya, kedua negara itu, seperti hal Yunani berpeluang akan di-downgrade,” imbuhnya.

Pasar juga memperkirakan krisis akan merambat ke Italia, mengingat besarnya budget moneter dan fiskal negara ini yang menimbulkan kekhawatiran tersendiri di pasar. Seperti diketahui, banyak perbankan besar di Jerman, Perancis, dan Inggris yang meyimpan portofolionya di ketiga negara itu.

Ketika bank-bank di Eropa ini mengalami kerugian gagal bayar, maka Jerman, Perancis dan Inggris merupakan lokomotif ekonomi Eropa akan terkena imbasnya. “Apalagi utang ini hanya merupakan utang pemerintah. Belum dihitung perusahaan-perusahaannya,” ungkapnya.

David menilai, jika pada laporan keuangan berikutnya, eksposure bank-bank di Inggris, Jerman, dan Perancis masih bisa ditahan, tidak akan berpengaruh negatif di pasar. “Sebaliknya, jika terjadi kenaikan NPL (Non-Performing Loan) secara besar-besaran, maka akan memperparah keadaan,” pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.224 terhadap dolar Australia, di angka 12.954 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.610 terhadap dolar Singapura.

Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya dua mata uang yang menguat. Dolar Australia naik 0.14% menjadi 0.863 dan dolar New Zealand terapresiasi 0.20% ke level 0.685 per dolar AS.

Selebihnya, mata uang kawasan melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,38% ke angka 89.400, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01% ke posisi 7.771, dolar Singapura terdepresiasi 0,08% menjadi 1.422, dan dolar Taiwan susut 0,16% terhadap dolar AS ke level 32.066.

Begitu juga dengan won Korsel yang anjlok 1,61% ke angka 1.169, peso Filipina melandai 0,83% ke posisi 46.555, rupee India ambrol 0,77% menjadi 46.614, yuan China merambat turun 0,0073% ke level 6.827, ringgit Malaysia terperosok 0,76% ke angka 3.445, dan baht Thailand baht Thailand jatuh 0,15% ke posisi 33.215 per dolar AS. [ast/mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !