Selasa, 16 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Ekonomi
 
09/02/2010 - 06:44
Prediksi IHSG
Pilih Saham Berbasis Konsumsi Domestik
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Sejumlah faktor masih menghantui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (9/2). Saham berbasis konsumen domestik seperti PTBA, ADRO, ITMG, PGAS, INTP dan SMGR bisa jadi andalan.

Edwin Sebayang dari Bhakti securities mengatakan, ada beberapa faktor yang menekan bursa hari ini. Seperti masalah Eropa, harga batubara, isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, dan margin call.

“Namun sebenarnya, sejumlah faktor ini tak terlalu bermasalah besar,” ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, Senin (8/2) kemarin.

Salah satunya adalah masalah defisit anggaran Eropa, terutama Yunani dan Portugal. Edwin menilai, PDB kedua negara itu hanya kecil terhadap seluruh kawasan. Lagipula, pejabat Eropa telah memastikan akan ada langkah yang dilakukan untuk menyelamatkan negara-negara tersebut. “Tak perlu khawatir, masalah ini takkan banyak berpengaruh ke seluruh Eropa,”

Isu reshuffle kabinet juga dinilai hanya memberi pengaruh pada sentimen saja. Investor tak khawatir, meskipun Menkeu Sri Mulyani akan diganti. Selama ini, kondisi fiskal Indonesia cukup kuat karena faktor domestik seperti pertumbuhan yang kuat. Siapapun menterinya tak masalah karena pasar takkan ambruk dan kehilangan kepercayaan. “Pasar akan melihat kinerja fundamental emiten,” lanjutnya.

Saat ini dunia dalam pemulihan dan outlook ekonomi membaik. Sehingga jika terjadi penarikan dana dari pasar berkembang, hanya sementara karena pasar tak ada pilihan lain untuk menempatkan dana mereka selain di bursa saham. Deviden saham masih lebih tinggi ketimbang instrumen investasi lainnya.

Termasuk Indonesia yang emitennya masih menawarkan imbal hasil tinggi. Situasi ini hanya semantara saja karena kekhawatiran berlebih menyebabkan panik. Apalagi ditambah dengan margin call, di mana pembayaran marjin bertambah karena indeks turun dengan cepat. “Cost margin call pun bertambah tinggi,” paparnya.

Sementara harga batubara yang mulai turun tak menjadi masalah bagi emiten batubara. Sebab mereka sudah menandatangani kontrak-kontrak jangka panjang. Sebab itulah Edwin merekomendasikan sahan batubara seperti PT Adaro Energy (ADRO) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Fluktuasi jangka pendek takkan berpengaruh, jadi buy saham-saham ini,” ujarnya.

Tekanan pada IHSG juga membuat Edwin merekomendasikan saham-saham yang berbasis konsumsi domestik. Dalam hal ini, salah satu saham batubara juga unggul. Yakni PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang 70% konsumsinya berasal dari pasar domestik.

Sektor lain yang ia rekomendasikan adalah semen yang berbasis domestik. Saham pilihannya antara lain PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) dan PT Semen Gresik (SMGR). “Pertumbuhan sektor ini juga konstan,” katanya.

Selain itu, bisa juga saham PT Gas Negara (PGAS) yang produksinya tak terpengaruh goncangan situasi keuangan saat ini. “Sebab produksi gas dalam negeri tidak dialihkan ke luar,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (8/2), IHSG ditutup melemah 43,404 poin (1,72%) ke level 2.475,572. Beberapa emiten yang melemah cukup besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 1.150 ke level Rp 28.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah Rp 600 menjadi Rp 15.550, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) terkoreksi Rp 350 di posisi Rp 23.100.

United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 15.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.325, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 4.375.

Sedangkan emiten-emiten yang berhasil menguat antara lain Indocement (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 12.950, International Nickel (INCO) naik Rp 25 menjadi Rp 3.500, BTN (BTPN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.060.

Pada perdagangan Senin (8/2), IHSG ditutup melemah 43,404 poin (1,72%) ke level 2.475,572. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 4.671 juta lembar saham senilai Rp 4,53 triliun, dengan frekuensi 83.760 kali. Sebanyak 32 saham naik, 146 saham turun dan 56 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah cukup besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 1.150 ke level Rp 28.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah Rp 600 menjadi Rp 15.550, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) terkoreksi Rp 350 di posisi Rp 23.100.

United Tractor (UNTR) turun Rp 600 menjadi Rp 15.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.325, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 4.375.

Sedangkan emiten-emiten yang berhasil menguat antara lain Indocement (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 12.950, International Nickel (INCO) naik Rp 25 menjadi Rp 3.500, BTN (BTPN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.060. [ast/mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !