

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - Nilai tukar rupiah
terhadap US$ diperkirakan masih akan tertekan. Sentimen gagal bayar dari Eropa masih mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Hal itu dikatakan ekonom Bank CIMB Niaga, Winang Budoyo kepada INILAH.COM Selasa (9/2). "Hari ini rupiah masih tertekan karena sentimen negatif dari Eropa," katanya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/2) ditutup menguat tipis 15 poin (0,159%) terhadap dolar AS menjadi 9.390/9.395, ketimbang posisi akhir pekan lalu di 9.405/9.410. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan menguat 5 poin (0,053%) menjadi 9.405 per dolar AS.
Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp9.340-9.450. Hal ini karena investor asing lebih memegang US$ saat terjadi ketidakpastian di Eropa. Mereka meninggalkan pasar di negara-negara berkembang untuk kembali ke mata uang utama atau US$. "Namun kalau kondisinya sudah dapat dicermati maka mereka akan balik lagi termasuk ke rupiah," jelasnya.
Saat ini, belum ada solusi yang dilakukan dalam mengatasi ancaman gagal bayar terhadap utang di Yunani, Portugal dan Spanyol. Namun pelemahan rupiah hanya berlangsung dalam jangka pendek saja. [hid]
- Faktor Teknis, Picu Rupiah Koreksi Tipis
- Rupiah Sore Ditutup Melemah 15 Poin
- Kejar Pajak hingga Luar Negeri!
- Rupiah Pagi Dibuka Stagnan
- Jelang Libur, Rupiah Bersiap Menguat
- JIBOR Rate Naik, Rupiah Melambung
- Rupiah Sore Ditutup Naik 35 Poin
- Revaluasi Yuan Dukung Penguatan Rupiah
- Rupiah Pagi Dibuka Menguat 20 Poin
- Selamat Tinggal Bill Gates
- Oow! Rupiah Melorot 15 Poin
- Inflasi China Tertinggi 16 Bulan
- 3 BUMN Siap Bangun Menara
- Rupiah Pagi Dibuka Stagnan
- 'Capital Inflow' Siap Picu 'Rally' Rupiah
Kurs BI :












