

(Inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - Krisis utang di negara Eropa tidak akan mempengaruhi rencana penerbitan global bond oleh pemerintah dan nilai tukar rupiah. Penguatan rupiah karena Euro melemah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, krisis yang terjadi di Eropa saat ini akan berdampak pada nilai tukar rupiah. "Ini kemudian mempengaruhi persepsi dari stabilitas mata uang Euro. Kalau
kita pengaruhnya akan kelihatan dari nilai tukar," ujar Menkeu di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Selasa (9/2).
Menkeu melanjutkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan yang terjadi, termasuk komposisi antara nilai tukar yen Jepang dengan rupiah. "Tapi dolar AS menguat karena euro melemah. Tapi dalam hal ini yen juga akan mempengaruhi. Komposisi ini akan kita lihat terus," ujarnya.
Selain nilai tukar rupiah, krisis Eropa tersebut juga akan memberi pengaruh terhadap ekspektasi surat utang negara. "Itu akan muncul dalam bentuk yield dan price yang dianggap sesuai. Namun karena APBN kita dianggap relatif sehat maka kalau anda lihat kinerja bonds kita yang 5-10 tahun yield-nya malah menunjukkan pembaikan yang cukup signifikan," paparnya.
Menkeu mengatakan, adanya krisis tersebut tidak akan terlalu berdampak pada defisit sehubungan dengan rencana penerbitan global bond. "Kalau dilihat dari size surat utang yang kita terbitkan tahun ini dibandingkan dengan kapasitas market yang bisa absorb, saya tidak lihat ada persoalan yang mengkhawatirkan," tuturnya.
Namun, menkeu mengatakan, Indonesia harus tetap waspada dengan keadaan politik yang dinilai jauh lebih berdampak terhadap sentimen investasi di dalam negeri. "Kecuali kalau terjadi sentimen pembalikan, ini kan yang dilihat lebih pada stabilitas politik negeri kita. Ini yang harus kita lihat. Tapi di luar masalah itu semua sepertinya Indonesia termasuk negara berkembang yang paling diminati," ujarnya. [mre/hid]
- Menkeu Serahkan Markus Pajak ke Pihak Berwenang
- Pemerintah Tetap Targetkan Penerimaan Cukai Rokok
- Menkeu: Penerimaan Negara Jan-Maret 2010 Rp40 T
- Menkeu: Pertumbuhan Q-1 2010 Sekitar 5,3-5,5%
- Menkeu : Warna Drop Box SPT Mirip Es Krim
- Menkeu: Presiden tak Pernah Absen Serahkan SPT
- Menkeu: Penerimaan Pajak Rata-rata Rp50 T/Bulan
- Menkeu: Pendapatan Negara Naik Karena Pajak
- Dirjen Pajak Dapat Rekor MURI
- Garuda Restrukturisasi Utang Hingga US$400 di 2010
- Kerugian Maskapai Global 2009 Capai US$9,4 M
- Sempat 'Offline', ATM BCA Normal Kembali
- Bank Dunia Naikkan Proyeksi GDP Cina 2010
- Februari, Pembangunan Konstruksi Rumah AS Turun 5,9%
- Siang Ini, SBY-Boed Serahkan SPT PPh
Kurs BI :












