Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Ekonomi
 
09/02/2010 - 17:08
Ekonom: Indonesia Krisis Kesejahteraan
Mosi Retnani Fajarwati
Revrison Baswir

INILAH.COM, Jakarta - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Revrison Baswir menilai, dalam beberapa tahun terakhir Indonesia masih mengalami krisis kesejahteraan.

Adapun jumlah orang miskin pada tahun lalu mencapai 32,5 juta orang. Revrison menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi kemerosotan kesejahteraan rakyat serta kehancuran lingkungan. "Dan degradasi moral," ujarnya di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta, Selasa (9/2).

Revrison menjelaskan, saat ini nasib kaum tani Indonesia masih belum mengalami perubahan dengan pendapatan hanya sebesar Rp1,53 juta per kapita per tahunnya atau hanya mencapai Rp4.365 per hari. "Kaum

petani cenderung dipinggirkan. Sumbangan usaha tani padi dalam struktur pendapatan rumah tangga merosot dari 36,2 persen pada tahun 1980-an tinggal 13,6 persen pada tahun 2000-an," paparnya.

Dan bila dilihat dari kondisi rata-rata kepemilikan lahan, rumah tangga petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar, meningkat dari 10,8 juta keluarga dan pada tahun 1993 menjadi 13,7 juta

keluarga tahun 2003 dan pada 2008 diperkirakan menjadi 15,6 juta.

Sementara itu, degradasi kesejahteraan juga menimpa kaum buruh yang semakin terhimpit dalam kebijakan pasar tenaga kerja yang fleksibel karena penyusunan regulasi perburuhan yang liberal menyebabkan minimnya

perlindungan terhadap kaum buruh dari ancaman pemecatan, upah rendah dan kondisi kerja yang buruh.

Kesejahteraan buruh yang menurun seiring dengan upah yang sangat rendah, hanya berkisar 5 sampai 6 persen dari biaya produksi.

Angka pengangguran yang tinggi juga disebabkan oleh menurunnya kinerja sektor industri nasional akibat kebijakan sektor industri nasional karena kebijakan liberalisasi. Tak hanya itu, kerusahan lingkungan hidup akibat eksploitasi yang berlebihan juga terus memakan korban jiwa. [mre/cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !