Sabtu, 13 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12561.9
 
Ekonomi
 
09/02/2010 - 17:25
Pansus Cerewet, PPATK Tambah Repot
Rosdianah Dewi

(Inilah.com /Wirasatria)

INILAH. COM, Jakarta - Banyaknya permintaan data dari anggota-anggota Panitia Khusus Bank Century ternyata cukup merepotkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Permintaan dari pansus terus bertambah itu juga membuat kami kesulitan," ujar kepala PPATK, Yunus Husein dalam rapat Konsultasi dengan Pansus Bank Century di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/2).

Pernyataan tersebut terlontar setelag anggota Pansus dari fraksi Gerindra, Ahmad Muzani meminta PPATK menelusuri kemungkinan konversi surat-surat berharga di Bank Century menjadi deposito.

Yunus mengatakan PPATK juga mempunyai patasan kewenangan. PPATK dasarnya hanya bertugas menyelidiki transaki-transaksi yang mencurigakan. Namun Pansus juga meminta hal yang lain.

Husein mengatakan, BI dan KPK juga mempunyai kewenangan untuk mencari tahu kemana larinya dana talangan bank century. "Kalau hanya transaksi dibawah dan diatas Rp2 miliar kami punya lengkap. BI juga bisa bekerja sama dengan PPATK mengenai catatan lahirnya deposito tersebut, KPK juga bisa memeriksa. " ujarnya.

Selain itu, kata data waktu yang diberikan Pansus juga minim, terbatsnya waktu tersebut membuat PPATK kewalahan untuk memenuhi keingginan pansus. "Kita ingin memuaskan, tapi bukan alat pemuas, jadi harap ada waktu tambahan," harapnya. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !