Senin, 6 September 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9008
 
Ekonomi
 
10/03/2010 - 09:01
BUMI Tetap Melaju ke Level Rp2.800
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (10/3) diprediksikan melanjutkan penguatan. Tingginya harga komoditas dan kuatnya nilai tukar rupiah menjadi katalisnya. Buy on weakness BUMI!

Gina Novrina Nasution, riset analis Reliance Securities mengatakan, salah satu potensi penguatan saham BUMI hari ini karena faktor sentimen pasar atas tingginya harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak ke level US$80 dari US$82 per barel hanyalah koreksi teknis.

Menurutnya, harga minyak pada dasarnya masih tinggi sehingga cukup menjadi topangan saham sejuta umat ini. “Karena itu, BUMI akan menguat ke level resistance Rp2.600-Rp2.750 dan Rp2.425-Rp2.350 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (9/3) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,04%) menjadi Rp2.500 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.450. Harga tertingginya mencapai Rp2.500 dan terendah Rp2.425. Volume transaksi mencapai 173,06 juta unit saham senilai Rp427,7 miliar dan frekuensi 5.281 kali.

Begitu juga dengan harga batubara. Meski harganya turun ke level US$94 per metrik ton dari sebelumnya US$96, juga hanya koreksi teknis sementara. “Pada dasarnya harga kedua komoditas (minyak dan batubara) ini masih tinggi sehingga positif bagi pergerakan BUMI,” tandasnya.

Di sisi lain, secara teknis, potensi penguatan saham BUMI karena faktor lonjakan harga (gap) pada saat berada di level Rp2.525. Sebelum mencapai level ini, BUMI berada dalam pase konsolidasi di level Rp2.200-2.100 dan belum pernah menembus level Rp2.525. “Akibatnya, pada saat gap tersebut tertutup, BUMI menguji titik resistance-nya di level Rp2.600,” ucapnya.

Namun, untuk hari ini, saham produsen batubara thermal ini belum bisa dipastikan tembus level resistance pertamanya di level Rp2.600. Sebab, untuk bisa tembus, membutuhkan volume transaksi yang sangat besar. “Apalagi, dari sisi aksi korporasi, saham ini masih terkait tunggakan pajak yang masih diproses,” imbuhnya.

Tapi Gina tetap optimistis saham ini akan tetap berada di area positif. Sebab, pasar juga melihat perseroan akan meningkatkan produksi batubaranya. “Apalagi, dengan penguatan rupiah ke level 9.100-an menandakan terjadinya capital inflow ke pasar domestik yang signifikan,” imbuhnya.

Penguatan rupiah juga memicu sektor pertambangan masih layak untuk dikoleksi termasuk BUMI. Net buy asing sendiri saat ini masih signifikan di market termasuk terhadap BUMI.

Sementara itu, dari sisi sentimen market, memang penguatannya akan terbatas. Sebab, sudah mengalami kenaikan tajam dua hari terakhir sehingga beberapa saham mengalami overbought.

Tapi, Gina menegaskan, dengan stabilnya nilai tukar rupiah di level penguatan dan harga komoditas di level tinggi, saham-saham komoditas masih atraktif. Sektor komoditas, semen, dan infrastruktur akan menahan penurunan indeks akibat profit taking. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI dengan target Rp2.800 untuk kuartal pertama 2010 ini,” pungkasnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !