Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Gaya Hidup
 
25/01/2010 - 14:45
Linda Gumelar Berbagi Pengalaman Kanker Payudara
Linda Amalia Sari

INILAH.COM, Jakarta - "Saya merupakan mantan penderita kanker payudara yang bisa bertahan hidup," kata Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari yang akrab disapa Linda Gumelar, istri Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar, di Jakarta, Senin (25/1).

Pernyataan Linda itu disampaikan di hadapan puluhan perempuan yang sebagian di antaranya adalah penderita kanker dan sebagian lainnya adalah anggota wadah Perempuan Peduli Kanker Serviks (PPKS) atau kanker mulut rahim yang berada di bawah Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Kepada para penderita kanker dan anggota PPKS, wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat, 15 November 1951 itu mengajarkan untuk tetap optimistis dan percaya bahwa semuanya bisa diatasi dengan pengobatan yang baik.

"Saya menderita kanker payudara 13 tahun lalu, dan setelah lima tahun pengobatan saya akhirnya bisa sembuh total," katanya dengan penuh rasa empati.

Mertua pebulu tangkis Taufik Hidayat itu juga bercerita bahwa kanker payudara yang ia derita pada saat itu baru masuk stadium satu namun sangat ganas.

Akhirnya setelah melalui pengobatan rutin selama lima tahun ia bisa sembuh total.

Sebagai mantan penderita kanker, maka Menteri tahu betul bahwa penyakit tersebut sangat membahayakan dan mengancam kualitas hidup perempuan Indonesia.

Karena itu, ia mengingatkan kepada para perempuan untuk melakukan upaya pencegahan dini dengan memeriksakan diri ke rumah sakit secara rutin.

Karena kanker yang terdeteksi pada stadium awal bisa lebih mudah disembuhkan dibandingkan kanker yang sudah masuk stadium tinggi.

Pasalnya, tingginya kasus kanker di Indonesia khususnya kanker leher rahim disebabkan oleh keterbatasan akses informasi tentang penyakit kanker leher rahim termasuk screening dan pengobatan mengakibatkan tingginya angka kasus tersebut di negara berkembang termasuk Indonesia.

Mantan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia itu menambahkan, kanker leher rahim adalah kanker nomor satu yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia . Terdapat 40-45 kasus kanker serviks baru setiap harinya dan mengakibatkan sekitar 20-25 kematian/hari. [*/mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !