
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
INILAH.COM, Jakarta - Partai Matahari Bangsa hanya menyerahkan caleg sebanyak 325 atau 69,6% dari jumlah yang seharusnya sebanyak maksimal 672. Sebanyak 134 di antaranya (41,2%) adalag caleg perempuan, sementara caleg laki-laki sebanyak 191 (58,8).
Jumlah caleg tersebut terungkap dalam data akhir Daftar Calon Sementara (DCS) yang diserahkan PMB kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Minggu (14/9).
"Tentu ini merupakan capaian yang menurut kami luar biasa untuk ukuran partai baru seperti PMB, yang kebanyakan merasa kesulitan untuk memenuhi kuota caleg perempuan (30%)," kata Ketua Tim Penjaringan, Pencalonan dan Pembekalan Caleg PP PMB Ma'mun Murod Al-Barbasy di Jakarta, Minggu (14/9).
Ma'mun yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan bahwa PMB tidak saja berusaha melampaui kuota 30% caleg perempuan, tapi juga berusaha secara serius melakukan affirmative actions terhadap posisi politik perempuan.
Ia mengatakan, meski tidak cukup ideal, PMB berhasil menempatkan caleg perempuan pada nomor urut 1 sebanyak 12 (15,6%) dan caleg laki-laki sebanyak 65 (84,4%). Sementara untuk nomor urut 2, PMB menempatkan caleg perempuan berjumlah sebanyak 26 (33,8%) dan caleg laki-laki sebanyak 51 (66,2%), dan caleg perempuan yang menempati nomor urut 3 sebanyak 47 (61%) dan caleg laki-laki sebanyak 30 (39%).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan batas akhir kepada partai-partai politik untuk menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) pada Selasa tanggal 16 September 2009 jam 16.00 WIB. [L6]
- Meutia: Pilih Figur Perempuan!
- PKS Incar Perempuan Aceh
- Afirmatif Perempuan Tak Akan Jalan
- Pintu DPR Tertutup bagi Perempuan?
- Pembela Perempuan Protes
- Demokrat: Perppu Yes, KPU No!
- Perppu Tak Tolong Caleg Perempuan
- Caleg Perempuan Perlu Dukungan
- Khofifah Layak Jadi Calon Presiden
- Marwah Ibrahim Uji Nyali di DIB
- Perempuan Swing Voters Terbesar
- Megawati Angkat Derajat Perempuan
- MK Tak Pengaruhi Caleg Perempuan
- Caleg Perempuan Kehilangan Peluang
- MK Gembosi Perjuangan Perempuan?












