
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
INILAH.COM, Jakarta – Cucu KH Hasyim Asy'ari, KH Sholahudin Wahid, meyakini PKS tak akan mampu mempengaruhi sikap politik kalangan nahdliyin, meski gencar menayangkan iklan politik yang menampilkan ketokohan figure pendiri Nahdlatul Ulama (Ulama).
"Rasanya iklan itu tidak akan efektif dan positif. Sedbaliknya malah bisa negatif. Tergerak-tidaknya sikap politik seseorang bukan karena iklan politik, tapi prestasi politiknya," kata Sholahudin Wahid kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (31/10) malam.
Menanggapi hebih soal iklan politik PKS yang diyakini jadi bagian dari strategi PKS merebut hati kalangan NU, Gus Sholah menegaskan, PKS perlu bikin survei atas respons publik untuk menarik warga NU. "Dengan begitu akan ketahuan apakah iklan itu efektif atau tidak," katanya.
Soal klaim PKS bahwa iklan itu tidak bertendensi politik, Gus Sholah dengan tegas menampiknya. "Tidak mungkin, jika iklan itu tidak ada hubungannya dengan politik. Itu tidak mungkin! Buat apa kalau gak untuk tujuan politik?" tandas adik kandung Abdurrahman Wahid ini.
Ia memaklumi bahwa banyak pihak merasa keberatan atas iklan itu, terutama dari warga NU. Hanya saja, tambahnya, keberatan itu seharusnya dicarikan juga dasarnya. "Apakah warga NU bisa melarang PKS, apakah bisa mengajukan gugatan? Saya tidak tahu," katanya.
Gus Sholah menambahkan, pengalaman di saat kampanye presiden di Pemilu 2004 lalu, Megawati-Hasyim Muzadi memakai gambar KH Hasyim Asy'ari, KH Yusuf Hasyim j uga pernah melakukan gugatan. "Namun saya tidak tahu hasilnya. Secara hukum mungkin tidak ada larangan, namun secara etika terserah masing-masing," tambahnya. [P1]
- SBY Bisa Diintervensi Survei?
- Dipanggil Cikeas Bukan Jaminan Jadi Menteri
- Masuk Koalisi, Golkar-PDIP Sulit Kritisi SBY
- Wah! Golkar Dapat Jatah 3 Menteri SBY?
- PKS: SBY Tak Dukung TK!
- Prabowo Belum Bicara Soal Menteri
- 'Perppu Plt KPK Dimanfaatkan Penguasa'
- 'Perppu Plt Ketua, Bukan Pimpinan KPK'
- Buyung Dipuji Nasihati SBY
- Muluskan Jalan Menteri di Sela Lebaran?
- Cegah Otorianisme, PDIP Sebaiknya Oposisi
- Dua Hal Prinsip Ganjal Langkah Tommy
- Menhan & Meneg BUMN Jatah Profesional
- Soal Koalisi, Golkar Tak Mau Menekan
- Figur Muda Dominasi Kabinet SBY?












