Jumat, 19 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12514.5
 
Pemilu 2009
 
11/12/2008 - 11:15
Amien: Beri Jalan Capres Baru!

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh reformasi Amien Rais mengimbau para polisi senior untuk segera mengakhiri praktik penyimpangan dalam memenangkan pemilu, sekaligus membuka peluang bagi munculnya calon-calon pemimpin bangsa yang baru dan segar.

"Kondisi di Indonesia sekarang, saya tidak mengada-ada, yakni potretnya yang kurang bagus. Indonesia harus 'turun mesin', karena semua orang ingin pemimpinnya diganti dengan yang muda dan segar," jelas Amien Rais saat bicara dalam Seminar 71 Tahun Antara bertema 'Media dan Pemilu 2009', di auditorium Wisma Antara, Jakarta, Rabu (10/12).

Hadir sebagai pembicara pada kesempatan itu adalah Amien Rais dan Jenderal (Purn) Wiranto dan sebagai pembanding adalah pakar komunikasi politik Effendy Ghazali, serta jajaran deireksi LKBN Antara.

Langkah terpenting dalam memperbaiki sistem pemilu mendatang, kata Amien, adalah memformat kembali 'software' di Komisi Pemiliahan Umum. Karena software tersebut sebagai pintu air yang bisa mengarahkan air ke mana-mana.

Dicontohkan, misalnya Wiranto sebagai kandidat presiden dalam pemilu mulai pembagian nomor urut 4 dan dirinya, Amien Rais, selaku kandidat presiden nomor 2, maka sampai penghitungan suara yang tetap 'flat' nomor 4 dan 2.

Hal lain yang harus dicermati, lanjut Amien, tidak mungkin pembagian suara dari Sabang sampai Merauke, atau dari daerah di Jawa Timur sampai Jakarta, posisi urutannya sama. Tidak ada turun naik angka perolehan suara, tapi angkanya tetap sesuai 'flat' yang seolah sudah tetapkan dari 'software' KPU tersebut.

Dalam diskusi yang diikuti wartawan media cetak, elektronik, dan mahasiswa itu, Amien mengingatkan, agar para tokoh partai politik berani mengajak duduk bersama dengan anggota KPU, untuk membuat atau 'meng-upgrade software' KPU secara bersama-sama.

"Selanjutnya, dalam pelaksanaan Pemilu 2009 jangan sampai laporan Panwaslu dianggap sebagai temuan anak kecil. Saya meminta kekuasaan itu juga harus diraih dengan benar agar kekuasaannya menjadi berkah," tegas Amien.

Bicara mengenai media, Amien mengatakan, media adalah pemain yang luar biasa. Maka salah, manakala ada calon presiden menyebutkan media tidak berperan. Sebaliknya, media masa juga ikut-ikutan berkolusi karena membela dan menjaga pemilik modal dan penguasa.

Dalam kondisi begini, Amien berharap peran media massa tetap bisa menjadi penyeimbang. AMien yakin media massa bisa membela kepentingan publik dan memberitakan yang 'balance' (seimbang) antara kepentingan publik dengan pemerintah. [*/P1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !