

(Inilah.Com)
INILAH.COM, Medan - Partai Keadilan Sejahtera semakin mantap menetapkan langkahnya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pilpres 2009. Isyarat itu diperlihatkan langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring di hadapan ribuan kadernya di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (19/3).
Kepada massa ia menanyakan apakah PKS harus berkoalisi dengan PDI Perjuangan atau dengan Partai Golkar pada pilpres mendatang. Pertanyaan ini kemudian disambut secara serempak oleh massa PKS dengan jawaban 'tidak setuju!'.
Setelah itu ia kembali menanyakan apakah PKS harus berkoalisi dengan Partai Demokrat dan SBY, massa PKS langsung memberi jawaban 'setuju!'. "Nampaknya memang betul kader dan simpatisan partai menginginkan PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan SBY," kata Tifatul yang juga disambut tepuk tangan meriah massa partai itu.
Pada kesempatan itu Tifatul Sembiring juga mengungkapkan dirinya pernah ditanya sejumlah wartawan apakah benar mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, telah dilamar Megawati Soekarnoputri untuk dijadikan calon wakil presiden.
Untuk pertanyaan itu Tifatul mengaku hanya menjawabnya dengan diplomatis, bahwa tidak lazim seorang laki-laki dilamar perempuan. "Dalam adat orang Melayu laki-laki yang melamar, bukan sebaliknya. Saya menjawabnya diplomatis seperti itu," ujarnya.
Soal sejauh mana rencana koalisi dengan Partai Demokrat sudah mulai dibangun, Tifatul Sembiring mengatakan pertemuan antar pimpinan partai justru sudah beberapa kali dilakukan. "Partai sudah beberapa kali bertemu, namun memang ada yang diungkap ke publik dan ada yang tidak," ujarnya.
Bahkan dalam waktu yang tidak lama lagi PKS juga berencana bertemu langsung dengan SBY. "Sejauh ini koalisi memang baru sebatas dibicarakan di tingkat pimpinan partai. Tapi setelah ini akan kita tindak lanjuti lebih jauh melalui pertemuan dengan SBY. Kita akan bertemu dengan SBY," tegasnya.
Tifatul Sembiring menjelaskan bahwa sebagian kader partainya keberatan jika PKS berkoalisi dengan PDI Perjuangan atau dengan Partai Golkar. Alasannya, dengan PDI Perjuangan tidak ada tawar-menawar lagi, karena Megawati sudah dipastikan hanya mau menjadi capres, sementara Partai Golkar sendiri hingga kini belum solid.
"Dengan Demokrat dan SBY paling sedikit 'barrier' (rintangan,red) kita. Tapi segala sesuatunya tentu masih harus dikongkritkan lagi seusai pemilu legislatif nanti," katanya. [*/P1]
- Bursa Kabinet Kian Liar
- Hatta Rajasa Ketua Umum PAN?
- SBY Tak Muncul, PKS Kecewa
- Menakertrans, Imin atau Jumhur?
- Dana Kampanye SBY-Boediono 'Clear'
- Pemerintahan Baru Hemat Rp 70 Triliun
- SBY Didesak Usut Jual-Beli Kursi Ketua DPRD
- Lebaran, Ajang Rekonsiliasi Nasional PKS
- PDIP-Golkar Gabung, PKS Tak Masalah
- PKS Usik Kesadaran SBY
- PKS Tak Rela Koalisi 'Dirusak' PDIP
- 'Komisioner KPU Wajar Dipolisikan'
- Fatwa Mulai 'Kampanye' Ketua DPD
- PDIP-Gerindra Terjebak Koalisi SBY?
- PKS & PDIP Tak Beda di Mata Demokrat
Kurs BI :












