
INILAH.COM, Jakarta – Partai Golkar tidak akan mencalonkan kembali anggotanya yang tersangkut masalah aliran dana BI sebagai caleg dalam Pemilu 2009. Hal ini demi mewujudkan komitmen menjadi partai yang bersih dari koruptor.
Dalam penentuan Caleg, Golkar mensyaratkan seorang figur harus populer, punya kompetensi, tidak bermasalah hukum dan berpotensi masalah hukum.
"Untuk nama-nama yang terlibat aliran dana BI tidak akan kami calonkan kembali menjadi anggota DPR 2009-2013. Ini sangat penting sekali untuk proses pemenangan pemilu nanti," kata Agung Laksono, Wakil Ketua Umum DPP partai Golkar di gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/7).
Menurut Agung, Golkar akan berhati-hati dalam menetapkan daftar Caleg di Pemilu 2009, maka itu daftar dan dokumen tersebut dirasakan sangat penting keberadaannya. Selain itu, Golkar juga telah menetapkan berbagai syarat yang harus dipenuhioleh seorang Caleg yang ingin maju pada Pemilu 2009. [R2]
- Obama Batal Berkunjung ke Yogyakarta
- PKB: Pandangan Moderat, Rokok Makruh
- SBY Resmikan Seminar Kementerian Pertahanan di Istana
- PPP: DPR Intimidasi KPK Soal Century
- MUI Madiun Imbau Petani Tembakau Ganti Tanaman
- PPP: Anggaran KPK Baiknya Ditambah Untuk Century
- Di Mata Warga, Jaja Teroris yang Dermawan
- Tak Hanya Fatwa Haram Rokok, APBN juga Didanai Asing
- WALHI: Fatwa Haram Rokok Hanya Ikat Moral
- 10 Ulama Lebanon Ramaikan Muktamar NU
- Polres Makassar Sita Shabu-shabu Senilai Rp31 juta
- Menkumham Targetkan Realisasi Lapas Khusus di 2011
- Pemecatan Komisioner LPSK Wewenang Presiden
- F-PKB Galang Perlawanan Gerakan Anti-Rokok
- PBNU: Rokok Tak Berpahala, Tapi Tak Berdosa
Kurs BI :












