
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY akan menyampaikan pidato mengenai pembangunan daerah dalam RAPBN tahun 2009 dalam Sidang Paripurna Khusus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dihadiri pula pimpinan daerah se-Indonesia.
Pada sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPD Ginanjar Kartsasmita, Presiden menyampaikan pidato mulai pukul 09.00 WIB, Jumat (22/8). Kepala-kepala daerah yang hadir, meliputi gubernur, Ketua DPRD provinsi, bupati, walikota dan ketua-ketua DPRD kabupaten/kota.
Pidato SBY di gedung kompleks parlemen ini merupakan yang kedua terkait RAPBN 2009, setelah pada 15 Agustus lalu menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2009 di hadapan Rapat Paripurna DPR.
Seperti biasa, jelang pelaksanaan pidato, pengamanan di kompleks parlemen Senayan tepatnya di Gedung "Bundar" Nusantara I yang menjadi arena jalannya Sidang Peripurna Khusus diperketat.
Pemeriksaan melalui metal detector diberlakukan pada setiap orang yang akan memasuki ruang sidang. Dua helikopter TNI AU juga disiagakan di Lapangan Sepakbola di bagian belakang.
Pada pukul 14.00 WIB nanti, DPD juga akan menggelar rapat konsultasi dan dialog dalam dua sesi yang dihadiri seluruh anggota DPD dan para kepala daerah.
Pada sesi pertama, pertemuan akan diisi menghadirkan pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedangkan pada sesi kedua, akan hadir sebagai pembicara Mendagri Mardiyanto, Menkeu Sri Mulyani dan Kepala Bappenas Paskah Suzetta.[L6]
- Depan Massa PKS, Sabam Teriak: Allahu Akbar!
- Eks Pansus Minta Polri Tak Berpolitik Seperti Pansus
- Peraturan Baru PNS: Bolos Tak Digaji
- Massa PKS 'Longmarch' ke HI
- Polri Harus Minta Pertanggungjawaban Susno
- Sabam Sirait Dukung PKS Bela Palestina
- Atribut Parpol Ramaikan Muktamar
- Susno Langgar Norma Institusi Polri
- 'Laporan Edmon Alihkan Isu '
- 'KPK Harus Selesaikan Kasus Century'
- TK: Kongres PDIP Tinggal Mengesahkan Mega
- Susno Duaji: Saya akan Datang ke Mabes Polri
- Ketua DPR Tolak Tim Pengawas Hasil Pansus
- Sangat Mustahil Indonesia Mau Dijadikan Irak Ke-2
- Koalisi PDIP-PD Tergantung Mood Mega












