
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
INILAH.COM, Jakarta - Bahrudin Dahlan, caleg dari PAN yang dipukuli oleh Djoko Edhi sesaat sebelum syuting program talkshow tvOne 'Apa Kabar Indonesia Malam' di Wisma Nusantara, Jakarta, melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Pusat. Ia menduga Djoko dalam pengaruh narkoba saat memukulnya.
Bahruddin yang sat dihubungi INILAH.COM, tengah menyampaikan laporan perkara itu di Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan, materi pelaporan adalah pemukulan yang diikuti pengeroyokan.
Dia menengarai saat melakukan pemukulan, Djoko dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Bahrudin menilai Djoko sudah lama menjadi pencandu obat-obatan. Namun, ia mengaku sengaja membiarkan Djoko memukulinya karena mengetahui Djoko tengah mabuk.
"Dia tadi gugup tak terkendali. Kalau dia mabuk biarlah polisi yang memeriksanya," ujarnya.
Djoko, kata Bahrdudin, datang bersama dua orang yang tidak ia kenal. Ia juga menyangkal jika saat Djoko memukulnya, ada yang melerai mereka. Sebelum melaporkan pertistiwa itu, Bahrudin juga mengaku telah melakukan visum di RSCM atas kepala plontosnya yang dihajar sebanyak tiga kali oleh mantan anggota Komisi III FPAN DPR itu. [R2]
- Muktamar NU Dijaga 2000 Personil TNI/Polri
- Susno Sengaja Merobek Citra Polri
- F-PKS Tolak Ujian Nasional
- Nurwahid: Palestina Juga Urusan Umat Kristen
- Istri Pak Nas Meninggal
- Depan Massa PKS, Sabam Teriak: Allahu Akbar!
- Eks Pansus Minta Polri Tak Berpolitik Seperti Pansus
- Peraturan Baru PNS: Bolos Tak Digaji
- Massa PKS 'Longmarch' ke HI
- Polri Harus Minta Pertanggungjawaban Susno
- Sabam Sirait Dukung PKS Bela Palestina
- Atribut Parpol Ramaikan Muktamar
- Susno Langgar Norma Institusi Polri
- 'Laporan Edmon Alihkan Isu '
- 'KPK Harus Selesaikan Kasus Century'












