
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12613.3

(djokoedy.files.wordpress.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bahrudin Dahlan, caleg PAN yang dipukuli oleh Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman, caleg PPP, sesaat sebelum syuting program talkshow tvOne ', di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (9/9) malam kini tengah menjalani visum di RSCM. Hal itu dilakukannya sesaat setelah melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Menurut Bripka Ade, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat, Bahrudin datang melapor sekitar pukul 22.00 WIB. Ia didampingi dua orang, termasuk pengacaranya Martinus Amin. "Kita sudah memberi surat pengantar visum. Nanti setelah divisum baru kita buat LP (laporan perkara)-nya," kata Ade kepada INILAH.COM.
Sebelumnya, Bahrudin sempat ditolak oleh RSCM saat hendak melakukan visum. Pasalnya, ia belum mendapat surat pengantar dari polisi. Sehingga, ia kemudian menuju ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk melaporkan peristiwa pemukulan itu.
Pemukulan itu terjadi di Wisma Nusantara, Jakarta, beberapa saat sebelum Djoko dan Bahruddin akan dipertemukan di program talkshow tvOne'Apa Kabar Indonesia Malam'. Yakni berkaitan dengan tudingan Bahrudin kepadaa Djoko bahwa ia mantan anggota Komisi III DPR dari FPAN itu telah mengutip uang Rp250 juta dari caleg PPP yang mendaftar.
"Begitu bertemu dengan saya, Djoko langsung memukul pelipis saya sebanyak 3 kali," kata Bahrudin.
Menurut Bahrudin, pada saat dipukul bertubi-tubi oleh Djoko, dia hanya diam dan membiarkan wajahnya dipukul sampai beberapa kru tvOne memegangi Djoko. Hal itu dilakukan Bahrudin karena tidak ingin terjadi keributan di Hotel Nikko Jakarta. "Saya tidak ingin merusak acara dan menghormati tvOne," ujar Bahrudin. [R2]
- Mega Bangga 'Kartini' Ramaikan Pilkada Sulut
- Ssst! Pimpinan Muhammadiyah Juga Merokok
- Eksepsi PKB Cak Imin Ditolak, PKB Gus Dur 'Menang'
- Mega & TK Saling Membutuhkan
- Pelototi PK TPI, Karyawan 'Tebar' Bunga Mawar
- Fatwa Rokok Sifatnya Sunnah
- SDA: Fatwa Harusnya Arif
- SDA No Comment Soal Pencopotan Sebagai Menag
- Skandal Miranda Bisa Seruduk Mega?
- FUI: yang Diuntungkan Obama Hanya SBY
- Presiden Perintahkan Menteri Respon Surat DPR Soal Century
- KPK Bisa Panggil SBY
- Tifatul Persilahkan Posisinya Dikocok Ulang
- FUI Anggap Obama Tak Beda dengan Bush
- SBY Terima Surat Hasil Pansus












