
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta - Taufiq Kiemas ternyata tidak pernah hadir dalam rapat di DPR. Ketimbang 'sebab Taufiq setitik, rusak PDIP sebelanga', sebaiknya suami Megawati Soekarnoputri ini mundur saja dari parlemen.
Sejak terpilih menjadi anggota DPR, semua wakil rakyat harusnya sudah tahu konsekuensi yang harus dijalankan. Misalnya, taat pada berbagai aturan DPR, termasuk juga menghadiri rapat. Kalau tidak taat? Ya, harusnya ada langkah penegakan disiplin.
"Idealnya seperti itu. Ada penegakkan disiplin karena partai punya tanggung jawab," kata Sekjen Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Sebastian Salang kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin, (15/9).
Alasan tidak beraninya PDIP memberikan sanksi terhadap TK, menurut Sebastian, disebabkan PDIP merupakan partai yang oligarkis. Dampaknya, jika sejumlah elit partai melakukan pelanggaran, pimpinan partai tidak berani mengambil sikap tegas.
Menonjolnya subjektivitas politik di PDIP merupakan gejala awal dari fenomena oligarki politik. Oligarki politik terjadi tatkala parpol-parpol besar seperti PDIP yang ada di parlemen, saling dukung dalam memproteksi eksistensi mereka dari kehadiran pemain politik baru.
Tak heran bila parpol sebesar PDIP, misalnya, pernah melontarkan ide mempersulit kehadiran parpol baru. Selain batas electoral treshold yang ditinggikan, juga harus mendepositkan sejumlah uang ke KPU.
Di era reformasi ini banyak calon pemimpin justru berasal dari proses di balik pintu tertutup pada tingkat elit politik. Akibatnya justru akan melahirkan sejumlah pemimpin yang tidak benar-benar dikenal pemilih. Mereka tidak mengenal harapan para pemilihnya. Oligarki politik intinya penguasaan parpol oleh sekelompok kecil orang untuk menentukan nasib jutaan rakyat.
Dalam hal ini, kebiasaan bolos sidang yang dilakukan anggota DPR yang juga suami mantan Presiden Megawati, Taufiq Kiemas dinilai hanya membawa citra buruk bagi PDIP. Namun DPP PDIP tak akan menegur atau menjatuhkan sanksi ke TK karena oligarkisme sudah mendarah daging di PDIP.
Taufiq, kata peneliti politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti, sebaiknya mundur saja sebagai anggota dewan. TK tak perlu jauh-jauh mencari pembelajaran. Menolehlah ke sekitar. Ada Pramono Anung, Sekjen PDIP yang sering mendampingi Megawati, istrinya. Karena kesibukan di partai, Pram mundur sebagai anggota dewan. [L1]
- Golkar: Susno Jangan Jadi Alasan Polri Tunda Century
- JK Layat Jenazah Burnap di Rumah Duka
- 'Perang' Baliho di Arena Muktamar NU
- Jenazah Burnap Diterbangkan ke Medan Senin Pagi
- Tolak Fatwa Haram Rokok Petani Bakar Tembakau
- NU Jatim: Antara Gus Solah dan Ahmad Bagja
- Burnap Meninggal Dunia Usai Main Golf
- Politisi Golkar Burhanuddin Napitupulu Wafat
- NU Jatim Minta PBNU Tegas Terhadap PKB
- Susno: Jenderal Markus Belum Terbukti Benar
- Peserta Muktamar NU Mulai Penuhi Makassar
- Polisi Selidiki Terbaliknya Perahu di Suramadu
- Spanduk Dukungan Gus Solah Pimpin NU Bertebaran
- Puan Diusulkan Jadi Wakil Ketua Umum PDIP
- Amankan Muktamar, Banser NU Diisi Ilmu Kebatinan












