
INILAH.COM, Jakarta - Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) yang antara lain tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) memprotes iklan politik PKS yang menampilkan figur pendiri NU KH Hasyim Asy'ari.
"Kami minta tayangan iklan itu dihentikan. Kami akan mengirim surat keberatan ke PKS," kata Ketua PB PMII Adin Jauharidin di Jakarta, Rabu (29/10).
Adin mengancam, apabila keberatan mereka tidak digubris, maka mereka akan menggelar unjuk rasa di kantor DPP PKS di Mampang Jakarta Selatan.
Adin mencurigai iklan PKS yang menampilkan kakek Gus Dur itu ditujukan untuk merebut simpati massa NU di Pemilu 2009 nanti. "Padahal antara PKS dan NU tidak ada akar sejarahnya. Ini manipulasi untuk meraih simpati warga NU," cetusnya.
Meski begitu Adin mengatakan, secara hukum PKS tidak melanggar, namun secara etika PKS jelas tidak pantas menayangkan KH Hasyim Asy`ari begitu saja.
Secara terpisah Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu) Gugus Joko Waskito menyatakan, langkah PKS yang menampilkan KH Hasyim Asy`ari pada iklan politiknya bisa menjadi bumerang bagi partai itu.
"Yang bereaksi bukan hanya warga NU, tapi juga internal atau arus bawah PKS yang senyawanya tidak sama dengan kultur NU," katanya.
Selain itu, tambah Gugus, basis Muhammadiyah yang tadinya lebih mendekat ke PKS juga akan sedikit mengambil jarak dengan partai itu.
Langkah PKS itu, menurut Gugus, justru akan lebih membangkitkan semangat partai lain yang berbasis NU untuk semakin merapatkan diri, demikian juga dengan warga NU kultural. "Jadi bukan simpati yang didapat. Isu lama bahwa NU pasti tidak akan PKS akan bangkit kembali," pungkasnya.[*/L6]
- 2 Jenazah Pengawal Dulmatin Terlantar di RS Polri
- Dar Der Dor...Polisi Baku Tembak dengan Teroris di Aceh Besar
- Inilah 6 Titik Lokasi Latgab TNI-Polri
- Pengamanan Obama Lebih Heboh Dari Bush
- Komisi I DPR: RI Mampu Swasembada Pistol
- Keluarga: Dulmatin Bukan Teroris Tapi Mujahid
- Boediono Akan Jemput SBY di Halim Pukul 15.00
- DPR Salah Tembak Boikot Sri Mulyani
- Dilema DPR Boikot Sri Mulyani
- Presiden SBY Temui PM Papua Nugini
- Jenazah Dulmatin Sudah Dikubur
- Polri Bantah Tembak Mati 3 Teroris
- Ibas Jadi Wapres, Guyonan Politik Sindir SBY
- FPI: Tobatlah Tifatul!
- Gerindra Belum Tergoda Tawaran Demokrat
Kurs BI :












