

(inilah.com)
INILAH.COM, Washington - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini hubungan kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin baik setelah Barack Obama terpilih sebagai Presiden AS ke-44. Apalagi Obama pernah tinggal di Indonesia.
"Saya melihat ke depan dengan pemerintahan Obama, hubungan bilateral kita akan menguat," kata SBY saat menyampaikan pidato di depan sekitar 200 anggota US-Indonesia Society (USINDO) di Washington, Jumat siang waktu setempat.
Kemenangan Barack Obama, menurut Yudhoyono membuat hubungan Indonesia-Amerika Serikat semakin lebih baik dan lebih akrab, hal ini terkait pula dengan pengalaman Obama yang pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia, dan pernah menikmati makanan Indonesia.
Selama delapan tahun terakhir, pemerintahan Presiden Bush, lanjut SBY, telah memberikan dorongan bagi kemajuan hubungan kedua negara, antara lain dengan menghapus embargo senjata bagi Indonesia, pemberian bantuan pendidikan 157 juta dolar AS untuk lima tahun, dan peningkatan nilai perdagangan yang mencapai 18,5 miliar dolar AS tahun 2007.
"Serta investasi langsung ke Indonesia senilai 10,6 miliar dolar AS hingga 2006. Bayangkan berapa banyak pengusaha, pekerja dan keluarganya yang terlibat dalam hal itu," katanya.
Ditegaskan Presiden, hubungan AS dengan Indonesia terlalu mahal jika hanya dikendalikan dengan emosional. Sebab Indonesia tidak dalam usaha mengurusi emosi dan sikap-sikap klise, tetapi melakukan upaya meningkatkan daya tarik nasional yang mengharuskan Indonesia berdekatan dengan negara lain.
"Saya pikir Indonesia dan Amerika harus memulai untuk berpikir keras tentang hubungan kita pada abad 21. Kita memasuki era dimana hubungan kita akan lebih dikendalikan kebutuhan isu global," katanya.
Pada kesempatan itu, SBY juga berharap dengan terpilihnya Obama cita-cita terbentuknya negara Palestina merdeka bisa terwujud. SBY juga mendukung kebijakan Presiden Obama yang membiarkan dua negara yakni Palestina dan Israel hidup berdampingan.
"Itulah juga posisi Indonesia."
Pada acara itu hadir juga sejumlah pejabat dari Indonesia seperti Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menteri Keuangan/Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Ketua DPD Ginadjar Kartasasmita, dan Ketua Komisi I DPR Theo L.Sambuaga.
Hadir pula Presiden USINDO David Merrill, Ketua Dewan Bisnis Amerika Serikat-Indonesia dan Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN William Beddow, serta sekitar dua ratus undangan dari AS.[*/ana]
- 2 Orang Dikabarkan Tewas
- 2 Jenazah Pengawal Dulmatin Terlantar di RS Polri
- Dar Der Dor...Polisi Baku Tembak dengan Teroris di Aceh Besar
- Inilah 6 Titik Lokasi Latgab TNI-Polri
- Pengamanan Obama Lebih Heboh Dari Bush
- Komisi I DPR: RI Mampu Swasembada Pistol
- Keluarga: Dulmatin Bukan Teroris Tapi Mujahid
- Boediono Akan Jemput SBY di Halim Pukul 15.00
- DPR Salah Tembak Boikot Sri Mulyani
- Dilema DPR Boikot Sri Mulyani
- Presiden SBY Temui PM Papua Nugini
- Jenazah Dulmatin Sudah Dikubur
- Polri Bantah Tembak Mati 3 Teroris
- Ibas Jadi Wapres, Guyonan Politik Sindir SBY
- FPI: Tobatlah Tifatul!
Kurs BI :












