Kamis, 18 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12595.4
 
Politik
 
22/02/2009 - 23:06
Bawaslu: Kata-kata SBY = Kasus Tifatul
Abdullah Mubarok
Bambang Eko Cahyo Widodo
(inilah.com/ Subekti)

INILAH.COM, Jakarta - Bawaslu belum berani memutuskan apakah pidato sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat memberikan bantuan PNPM Mandiri, di Tuban, beberapa waktu yang lalu, sebagai kampanye atau bukan. Bawaslu berkilah belum mendapatkan laporan tersebut.

"Saya tidak berani mengatakan apakah itu kampanye atau tidak. Sampai saat ini belum ada laporan," kata anggota Bawaslu Bambang Eko Cahyo Widodo, saat ditemui INILAH.COM, di sela-sela memberi penjelasan pelaporan sengketa pemilu, di DPP PPP, Jakarta, Minggu (22/2).

Seperti diketahui, dalam kunjungan SBY di Tuban (18/2), ia sempat mengeluarkan sejumlah kata-kata yang menjadi jargon kampanye dirinya dan Partai Demokrat. Di antaranya, saat dia menyebut apa yang sudah baik dari pemimpin saat ini harus tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut, pemerintah telah berhasil menurunkan harga BBM hingga tiga kali.

Pernyataan SBY tersebut, dijelaskan Bambang, bisa menjadi perdebatan. Sama seperti aksi solidaritas PKS yang sempat menjerat Presiden PKS Tifatul Sembiring sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Meski tidak diungkapkan visi dan misi partai, semua orang tahu bahwa kata 'lanjutkan' dan kalimat 'telah menurunkan BBM tiga kali' merupakan jargon yang didengungkan dalam iklan kampanye PD. "Ini yang bisa diperdebatkan. Bisa saja yang bersangkutan mengatakan bahwa itu bukan visi dan misinya," papar Bambang.

Bambang juga membantah ketidakberaniannya menilai pernyataan itu karena SBY masih menjadi presiden. Bawaslu, lanjutnya, harus menyelidiki lebih jauh dan mendalam terkait persoalan tersebut. "Kita harus hati-hati dalam melihat hal itu," pungkasnya. [bar/nuz]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !