

(inilah.com/ Subekti)
INILAH.COM, Jakarta - Bawaslu belum berani memutuskan apakah pidato sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat memberikan bantuan PNPM Mandiri, di Tuban, beberapa waktu yang lalu, sebagai kampanye atau bukan. Bawaslu berkilah belum mendapatkan laporan tersebut.
"Saya tidak berani mengatakan apakah itu kampanye atau tidak. Sampai saat ini belum ada laporan," kata anggota Bawaslu Bambang Eko Cahyo Widodo, saat ditemui INILAH.COM, di sela-sela memberi penjelasan pelaporan sengketa pemilu, di DPP PPP, Jakarta, Minggu (22/2).
Seperti diketahui, dalam kunjungan SBY di Tuban (18/2), ia sempat mengeluarkan sejumlah kata-kata yang menjadi jargon kampanye dirinya dan Partai Demokrat. Di antaranya, saat dia menyebut apa yang sudah baik dari pemimpin saat ini harus tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut, pemerintah telah berhasil menurunkan harga BBM hingga tiga kali.
Pernyataan SBY tersebut, dijelaskan Bambang, bisa menjadi perdebatan. Sama seperti aksi solidaritas PKS yang sempat menjerat Presiden PKS Tifatul Sembiring sebagai tersangka beberapa waktu lalu.
Meski tidak diungkapkan visi dan misi partai, semua orang tahu bahwa kata 'lanjutkan' dan kalimat 'telah menurunkan BBM tiga kali' merupakan jargon yang didengungkan dalam iklan kampanye PD. "Ini yang bisa diperdebatkan. Bisa saja yang bersangkutan mengatakan bahwa itu bukan visi dan misinya," papar Bambang.
Bambang juga membantah ketidakberaniannya menilai pernyataan itu karena SBY masih menjadi presiden. Bawaslu, lanjutnya, harus menyelidiki lebih jauh dan mendalam terkait persoalan tersebut. "Kita harus hati-hati dalam melihat hal itu," pungkasnya. [bar/nuz]
- Ramadhan Pohan Diusir FUI
- OC Kaligis Surati KPK Soal Kebohongan Ary Muladi
- KPK Periksa Petinggi Bank Century
- 14 Tahun Ibunya Obama Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan
- PN Jaksel Tolak Eksepsi Muhammad Jibriel
- Mengapa Pamor ICMI Kini Memudar?
- FUI: SBY Izinkan Obama ke Indonesia Karena Uang
- Sepupu Shireen Sungkar Terlibat Teroris di Aceh
- 2 Teroris Aceh Serahkan Diri Bawa Senjata
- Edmon Ilyas Bantah Jadi Jenderal Markus
- Akbar Faisal : L/C Misbakhun Masalah Bisnis Pribadi
- Raja Erizman: Itu Maling Teriak Maling
- Inilah Nama Jenderal Markus yang Dituding Susno
- Susno Akui Miliki Bukti Ada Markus di Polri
- Satgas Akan Usut Jenderal Markus di Polri
Kurs BI :












