Rabu, 17 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Politik
 
26/02/2009 - 21:47
Membaca Kritik 'Palu Arit' PKS
Abdullah Mubarok & Anton Aliabbas
Muhammad Amin
(dok/Pribadi)

INILAH.COM, Jakarta - Hangatnya suhu politik Indonesia ternyata juga merembet ke dunia maya. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini jadi sasaran kritik. Tidak tanggung-tanggung, logo dan akronim PKS pun diubah menjadi Partai Komunis Sejahtera.

Logo tersebut terpampang dalam sebuah situs pertemanan Facebook. Situs ini memang cukup populer, selain menjalin pertemanan juga sebagai wahana berkampanye atau bersosialisasi. Pendukung Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama juga pernah memanfaatkan situs ini guna mencari dukungan. Bahkan, Partai Golkar pun mengimbau para calegnya untuk juga berkampanye dan memanfaaatkan jaringan facebook.

Lambang PKS berpalu arit dan menjadi Partai Komunis Sejahtera muncul di facebook milik Muhammad Amin, mahasiswa asal Indonesia di Belanda. Gambar sepasang bulan sabit yang mengapit padi diubah menjadi sepasang palu arit. Lalu pada kotak hitam bagian atas, tulisan 'Partai Keadilan' diubah menjadi 'Partai Komunis'. Sedangkan tulisan 'Sejahtera' di bagian bawah tetap dipertahankan.

Amin mengaku sudah membuatnya sejak 4 tahun silam. "Keisengan sekaligus keprihatinan terhadap konstelasi kontemporer Indonesia. Banyak partai menggunakan politik identitas, politik yang secara logika dan sains tidak punya legitimasi," ujarnya kepada INILAH.COM.

Ia mengaku bukan penganut aliran komunis maupun simpatisan PKS. "Buat saya lucu saja bikin logo itu. Kenapa sekarang, karena justru sekarang itu akan membuka mata pemilih akan PKS," jelas Amin.

Dirinya membantah bila kreasinya itu dikategorikan sebagai kampanye negatif. Apa yang dilakukan semata-mata bentuk kritik terhadap PKS yang menggunakan model polit biro dalam praktik politiknya. Selain itu, ia menduga PKS diam-diam mengagendakan syariat Islam.

"Kiblat politik Partai Keadilan Sejahtera adalah Ikhwanul Muslimin dengan bapak spiritualnya Hasan Al-Banna. Hasan Al-Banna sendiri adalah seorang Marxis. Hasal Al-Banna berkiblat pada komunisme dan polit bironya, sehingga struktur gerakan dan ideologi populis Partai Keadilan Sejahtera dengan Partai Komunis Indonesia hampir sama persis," tegasnya.

Dituding seperti itu, PKS tidak terima. Bagi parpol bernomor urut 8 ini, karya Amin adalah bentuk fitnah terhadap PKS. "Ini bukan black campaign lagi, tapi fitnah. Itu bagian dari menggiring opini masyarakat bahwa ada kemiripan antara PKI dengan PKS," cetus Ketua FPKS Mahfudz Siddiq.

Menurutnya, selama ini PKS sudah terbiasa dengan fitnah yang dilakukan pihak-pihak yang merasa terancam. "Tapi saya yakin masyarakat cerdas. Bisa membedakan mana yang fakta atau provokasi. Ini upaya menggembosi PKS yang posisi politiknya diprediksikan semakin meningkat pada 2009. Tapi PKS tidak ada masalah dan tetap berjuang pada track record yang benar," kata Mahfudz.

Jubir PKS, Ahmad Mabruri mengungkapkan logo Amin itu sebagai bentuk upaya adu domba menjelang Pemilu 2009. Namun, ia memastikan tidak akan mengambil langkah hukum terkait pemuatan lambang tersebut. "Kita akan lapor ke polisi jika lambang tersebut dipasang seperti baliho di Jakarta," ucapnya.

Pakar komunikasi politik dari UI, Dedy Nur Hidayat berpendapat apa yang dilakukan Amin hanyalah menunjukkan ketidaksukaan terhadap PKS semata. Ia tidak melihat ada upaya kesengajaan yang dilakukan Amin untuk menjatuhkan pamor PKS menjelang pemilu. "Hal ini terjadi juga terhadap Obama yang ketika kemarin itu dipelesetkan menjadi Osama," papar Dedy.

Patut diakui, cara Amin mengkritik PKS memang cerdas. Ia menggugah kesadaran pemilih dengan memodifikasi lambang PKS. Dengan begitu, karya Amin dapat dengan mudah diasosiasikan dengan PKS.

Bila PKS tidak proporsional dan tepat menanggapi 'serangan' Amin ini maka bisa jadi keraguan terhadap PKS menggelinding kuat. Dan tidak tertutup kemungkinan akan mempengaruhi upaya PKS dalam meraih swing voters. Apalagi masyarakat kita masih alergi dengan hal-hal yang berbau komunis.

Benar tidaknya pandangan Amin itu, hanya PKS yang tahu jawabannya.[L4]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !