
INILAH.COM, Ternate - Sedikitnya 15 ribu warga Ternate tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2009. Penyebabnya adalah nama mereka tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
"Sesuai laporan dari seluruh kelurahan di Kota Ternate, tercatat 15 ribu warga yang tidak masuk dalam DPT sehingga tidak bisa memilih pada pemilu legislatif 9 April nanti," kata Walikota Ternate Syamsir Andili di Ternate, Selasa (31/3).
Ia menyayangkan banyaknya warga Kota Ternate yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya tersebut, padahal menggunakan hak pilih merupakan hak demokrasi setiap warga negara. Menurut dia, banyaknya warga di Kota Ternate yang tidak masuk dalam DPT karena Badan Pusat Statistik (BPS) ketika melakukan pendataan pemilih tidak melibatkan aparat kelurahan atau RT setempat.
"Padahal yang mengetahui pasti jumlah warga di setiap wilayah adalah aparat kelurahan atau RT. Itu jelas merupakan kelalaian dari BPS," tegasnya.
Menyinggung kemungkinan adanya pemilih fiktif dalam DPT Kota Ternate yang sudah ditetapkan KPU setempat, Syamsir mengaku belum mendapat laporan, namun kalau ada harus dicoret.
Sementara itu, anggota KPU Kota Ternate, Ismed Sahupala menambahkan DPT Kota Ternate sudah ditetapkan sebanyak 132.238 orang, sehingga tidak memungkinkan lagi ada penambahan. "KPU tidak tahu soal 15 ribu warga Ternate yang tidak masuk DPT tersebut, karena KPU hanya menerima hasil pendataan pemilih dari BPS," tandasnya. [*/dil]
- FUI: Tangan Obama Berlumur Darah Muslim
- Menkum HAM: Lapas Khusus Teroris Bisa Saja Dibangun
- Obama Akan Dikawal Tujuh Kapal Perang
- Pengunduran Waktu Kunjungan Tak Ubah Agenda Obama
- Mega Lawan TK
- Istana: Obama Perlu Disambut Baik
- MUI: Semua Ormas Islam Wajib Haramkan Rokok
- Susno Sebut 3 Jenderal Polisi Jadi Markus Pajak
- Syarat Hak Menyatakan Pendapat Terlalu Besar
- SBY-Boediono Kembali Digugat Pembantu Rumah Tangga
- KPK Batal Periksa Kuasa Hukum Ary Muladi
- Pengamat: Kasus Bank Century “Adem-ayem”
- Disebut Bagikan Uang Kampanye, Dudhie Bantah
- Inilah Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal Swallow
- PBNU: Berantas Teroris Jangan Minta Imbalan ke AS
Kurs BI :












