

(inilah.com/ Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Ketua KPK Antasari Azhari kini tengah tersandung kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran (RJB) Nasrudin Zulkarnain. Namun, sejumlah pihak menilai, kasus tersebut sangat politis dan bagian dari upaya untuk membabat musuh penguasa. Benarkah?
"Kira-kira begitu. Dengan menggunakan alatnya, yakni Kepolisian dan Kejaksaan Agung," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/5).
Mantan politisi PDIP itu memperkirakan, upaya itu dilakukan karena mantan Kejari Jakarta Selatan itu melindungi orang-orang PDIP dalam kasus Miranda S Gultom. Selain itu, Antasari juga telah membuat keluarga orang yang berkuasa kini berada di tahanan.
"Apalagi, Jhonny Allen Marbun juga akan disikat. KPU mau dihabisi oleh Antasari. Kalau dihabisin, kebongkar semuanya. Kita bisa melihat ini dengan jelas," tutur mantan anggota Komisi I DPR ini.
Dengan terburu-burunya Kejaksaan menetapkan tersangka dan polisi memeriksa Antasari, menjadi bukti hukum bahwa sudah menjadi alat kekuasaan. Namun, jika benar skenario tersebut dilakukan untuk menghabisi lawan-lawan politik penguasa, Permadi menilai hal tersebut tidak mudah dilakukan. "Sebab, permainan politik ini tidaklah mudah untuk diurai dan dituntaskan," ujarnya. [jib/nuz]
- Polres Makassar Sita Shabu-shabu Senilai Rp31 juta
- Menkumham Targetkan Realisasi Lapas Khusus di 2011
- Pemecatan Komisioner LPSK Wewenang Presiden
- F-PKB Galang Perlawanan Gerakan Anti-Rokok
- PBNU: Rokok Tak Berpahala, Tapi Tak Berdosa
- Hendardi: LPSK Lempar Batu Sembunyi Tangan
- Tim 9 Kumpul Bahas Boikot
- Megawati: Pemerintah Jangan Buat Program Mimpi
- Hasil Investigasi Awal TPF HMI Soal Rusuh Makassar
- TNI Siagakan Sekompi Antiteror di Aceh
- Satgas Harap Susno Laporkan Soal Markus di Polri
- Demo Century di Hari Raya Nyepi
- Suporter The Jak Mania Tewas Tersambar Kereta
- Din: Muhammadiyah Tetap Berpolitik
- ICW Desak KPK Prioritaskan Korupsi Hutan
Kurs BI :












