

(istimewa)
INILAH.COM, Amman - Raja Abdullah II dari Jordania, Kamis (14/5), mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui satu solusi dua negara. Hal ini untuk membantu mengakhiri konflik dengan Palestina.
"Masyarakat internasional sepakat tidak ada pilihan lain kecuali bagi solusi dua negara. Solusi lainnya tidak bisa diterima karena tidak akan mencapai satu perdamaian yang adil; menciptakan lebih banyak konflik," tambah pernyataan itu.
Netanyahu yang meninggalkan Amman setelah perundingan itu, sejauh ini secara terbuka mendukung gagasan sebuah negara Palestina. Satu prinsip dasar rencana-rencana internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun itu.
Prakarsa Arab tahun 2002 menyerukan Israel mundur dari semua wilayah Arab yang didudukinya tahun 1967 dengan imbalan normalisasi hubungan. "Timur Tengah mengalami satu tahap kritis yang memerlukan satu tindakan cepat untuk mengakhiri konflik itu," kata Abdullah II kepada Netanyahu.
Pemimpin Israel itu tiba Kamis pagi untuk suatu kunjungan yang tidak diumumkan ke Jordania. Negara yang menandatangani satu perjanjian perdamaian dengan negara Yahudi itu tahun 1994, menjelang kunjungannya ke AS pekan depan.
Ini adalah lawatan kedua Netanyahu ke luar negeri sejak ia berkuasa bulan lalu. Persis tiga hari setelah ia bertemu dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak di kota wisata Sharm Al Sheik di Laut Merah.
Pertemuannya dengan dua sekutu Israel di dunia Arab itu menjelang kunjungan ke Washington untuk berunding dengan Presiden Barack Obama. Netanyahu diperkirakan akan mengungkapkan rencananya bagi perdamaian kawasan. [*/nuz]
- TK Maklumi Obama Tunda ke Indonesia
- Polri: Susno Sering Tak Konsisten
- Pemuda NU Tolak Pencalonan Hasyim Jadi Rois Am NU
- PKB: Tak Apa-apa PDIP Masuk Koalisi
- Susno 'Menembak' Koleganya
- Acara Merakyat Boediono Berakhir di TPST Bantar Gebang
- Edmond: Keluarga Saya Terganggu, Susno!
- Stafsus: 99,99% SBY-Mega Dapat Bersatu
- Polri Dinilai Tak Berani Tindak Susno
- PKB: NU Jangan Dibenturkan Politik Praktis
- Polri: Rp25 M Cair Saat Susno Masih Kabareskrim
- Alasan Polri Buka Blokir Uang Kasus Rp25 Miliar
- Edmond Akan Laporkan Susno ke Bareskrim
- Polri: Susno Telah Menistakan Polri
- Jelang Muktamar NU, Hotel di Makassar Penuh
Kurs BI :












