Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Politik
 
22/05/2009 - 11:00
Kiai Lebih Pilih SBY Ketimbang JK
Raden Trimutia Hatta
Presiden SBY
(inilah.com /Raya Abdullah)

INILAH.COM, Jakarta - SBY dan JK seolah-olah saling berlomba merebut simpati para kiai pada Pilpres 2009. Meski JK memiliki latar belakang ke-Islaman yang kuat, namun ternyata SBY yang lebih memiliki kans untuk dilirik oleh para kiai.

"SBY itu punya sayap majelis dzikir Sabilul Biri wal Yaqin (SBY) Nurussalam yang tersebar ke 33 provinsi. Dan itu luar biasa efektif untuk menggaet suara Islam," ujar pengamat politik Islam UIN Jakarta Ahmad Bakir Ihsan kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (22/5).

Dosen Ilmu Politik Program Studi Pemikiran Politik Islam ini mengatakan, karena memiliki majelis dzikir sebagai kendaraan, maka SBY lebih memiliki kans untuk menarik simpati para kiai. Sebab, sejak didirikan empat tahun lalu, majelis dzikir itu sudah sering mengajak para kiai untuk umroh ataupun naik haji.

"Memang majelis dzikir yang sudah empat tahun berdiri itu dipersiapkan SBY untuk menggaet suara pemilih Islam. Terutama kalangan kiai yang memiliki santri dan pesantren," katanya.

Bakir menjelaskan, para capres berlomba mendekati kiai karena menganggap bahwa kiai itu merupakan simbol opinion leader terutama bagi pemilih muslim di daerah-daerah. "Masyarakat di daerah, itu akan mengikuti apa yang dikatakan kiai untuk memilih capresnya. Kiai itu lebih konkrit untuk didekati karena punya santri, pesantren dan keluarga yang bisa diajak memilih calon tertentu," terangnya.

JK merupakan capres pertama yang melakukan road show ke sejumlah kiai di Jawa Timur. JK telah mengunjungi Pondok Pesantren Islam Miftachus Sunnah di Surabaya pimpinan KH Miftahul Akhyar. Selain itu, JK juga berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Situbondo.

Seakan tak mau kalah, SBY pun tak ingin kehilangan momentum. Dalam kunjungan kerjanya di Surabaya pada Kamis (21/5) malam, SBY menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dengan sejumlah kiai berpengaruh di Jatim. Pertemuan berlangsung di Hotel Shangri-La, Surabaya, yang merupakan tempat SBY menginap. Dikabarkan sekitar 60 kiai dan alim ulama hadir dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut. [mut/ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !