

(inilah.com/ Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Neoliberalisme menjadi isu sandungan untuk pasangan SBY dan Boediono. Namun menurut Ketua DPP PD Anas Urbaningrum, neolib tidak mengenal BLT.
Anas menilai isu neoliberalisme dijadikan alat kampanye saingan SBY-Boediono. Padahal, bela Anas, SBY mengusung pembangunan ekonomi berbasis ideologi Pancasila.
Sangat jelas, lanjut Anas, selama ini kebijakan 'tripple track strategy' dijalankan Pemerintahan Yudhoyono, yakni pro growth, pro job and pro poor.
"Kan neolib tidak akan mengenal subsidi, BLT, PNPM Mandiri, KUR, Program Keluarga Harapan, BOS, Raskin, Jamkesmas dan sebagainya," terang Anas di Jakarta, Jumat (22/5).
Ia meyakini, semua kebijakan tersebut merupakan intervensi negara untuk membela kalangan miskin, demi keadilan yang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Anas Urbaningrum juga mengingatkan para lawan politiknya, agar jangan sembarangan menggunakan label neolib untuk menyerang.
"Sebab, labelisasi neolib atas nama kampanye politik acapkali tuna substansi dan kehilangan konteks," tegasnya. Bahkan, menurut Anas, ada yang sekadar ikut-ikutan untuk gagah-gagahan dengan sampul pro-rakyat. [*/ana]
- Kinerja Panitia Lokal Muktamar NU Belum Maksimal
- SDA: Tahanan Teroris Akan Diasingkan
- TK Tegaskan Koalisi Pasca-Kongres PDIP
- Menag: Ponpes Bukan Penyuplai Teroris
- Ical: Tahun Belakangnya 4, Golkar Nomor 1
- Ical: Bagus PDIP Masuk Koalisi
- Marzuki Alie Siap Jadi Ketum Demokrat
- Politik Pencitraan Istana Tertunda
- Jaja Dimakamkan di Lebak Hari Ini
- Ical Beri Bantuan Hukum Buat 12 Kader Golkar
- Muhammadiyah Hentikan Kerja Sama dengan Asing
- Polri Masih Kesulitan Tersangkakan Misbakhun
- Marzuki Ali: Asy'ad Syam Kesalahan Teknis
- Susno: Telepon Saya Disadap!
- Max: Cek Miranda Untuk Biaya Kampanye Pilpres Mega
Kurs BI :












