

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra mengaku mendapat jatah 10 kursi di kabinet bila duet Megawati-Prabowo memenangi Pilpres mendatang. Tidak hanya itu, Prabowo juga dikabarkan akan mendapat kewenangan yang luas sebagai cawapres. Namun PDIP enggan mengomentari kabar tersebut. Ada apa?
"Saya tidak tahu dan tidak ingin berkomentar," kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (24/4).
Tjahjo menegaskan, pihaknya kini tengah fokus untuk memenangkan Mega-Pro sebagai capres dan cawapres. Pihaknya tidak mau ambil pusing terhadap klaim Gerindra tersebut. "Sementara ini kita tidak berfikir ke arah sana, kita konsentrasi bagaimana cara memenangkan Pilpres dahulu," tegasnya.
Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan bila Gerindra membeberkan masalah tersebut. Boleh jadi, hal itu hasil negosiasi Mega dengan Prabowo. "Intinya PDI Perjuangan masih konsentrasi memenangkan Pilpres," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Suhardi dalam Rakernas Gerindra mengatakan pihaknya akan diberikan jatah 10 kursi. Sedangkan sisanya akan ditentukan Megawati dan Prabowo. Tidak hanya itu, Prabowo juga mendapatkan kewenangan luas di bidang perekonomian. [ton]
- Mega & TK Saling Membutuhkan
- Pelototi PK TPI, Karyawan 'Tebar' Bunga Mawar
- Fatwa Rokok Sifatnya Sunnah
- SDA: Fatwa Harusnya Arif
- SDA No Comment Soal Pencopotan Sebagai Menag
- Skandal Miranda Bisa Seruduk Mega?
- FUI: yang Diuntungkan Obama Hanya SBY
- Presiden Perintahkan Menteri Respon Surat DPR Soal Century
- KPK Bisa Panggil SBY
- Tifatul Persilahkan Posisinya Dikocok Ulang
- FUI Anggap Obama Tak Beda dengan Bush
- SBY Terima Surat Hasil Pansus
- Diancam DPR Potong Anggaran, KPK Santai
- Sambut Obama, HTI Gelar Aksi 15.000 Orang
- Din: Fatwa Haram Rokok Belum Putusan Organisasi
Kurs BI :












