

(bbcnews.com)
INILAH.COM, Paris - Sejak 2008, tercatat 23 karyawan telkom Prancis, Telecom France, melakukan tindakan bunuh diri. Menaker Prancis Xavier Darcos pun menyatakan kekhawatirannya dan berencana akan berkunjung ke markas perusahaan itu.
"Rencana perusahaan untuk melakukan efisiensi dan sistem peningkatan produktivitas kerja yang tak mengenal istirahat itu membuat pegawai sangat tertekan. Perasaan semacam itu bisa diikuti dengan reaksi emosional, sehingga mereka melakukan tindakan tak masuk akal. Salah satunya dengan bunuh diri," ujar Jubir Darcos, seperti dilansir BBC, Senin (14/9).
Kasus terbaru terjadi pada Rabu 9 September lalu. Seorang pria harakiri atau menusukkan pisau ke perutnya sendiri saat sedang rapat, di mana jabatannya akan dipindahkan. Beruntung ia masih sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Berikutnya, seorang perempuan terjuna dari gedung Telecom tempatnya bekerja, pada Jumat 11 September lalu dan tewas seketika. Sebab itulah Darcos merasa penting untuk mengadakan pembicaraan dengan Kepala Eksekutif Telecom Didier Lombard hari ini.
Pihak Telecom membantah berbagai kasus bunuh diri ini akibat tekanan pekerjaan. Namun privatisasi pemerintah terhadap Telecom pada 1998 mengakibatkan 40.000 orang kehilangan pekerjaan. [vin]
- Wew! Orang AS Lebih Rindu Anjing Ketimbang Kekasih
- Menteri Perminyakan Kuwait Hadapi Mosi Tak Percaya
- Israel Dituduh Seret Timteng ke Perang Islam-Yahudi
- Manusia Terpendek di Dunia Tutup Usia
- Santa Itu Berkulit Putih
- Berdamai Dengan Kekuasaan
- Kereta Terpendek Beroperasi Lagi di Los Angeles
- Wah..Mahluk Mirip Udang dan Ubur-ubur Hidup di Antartika
- "Mereka Sering Menggoda Ibu"
- Obama Hitam, Obama Putih [1]
- RUU Kesehatan Alasan Penundaan Obama
- Obama Batal ke SD Menteng?
- Penundaan Obama Tidak Terkait Teroris
- 'Selanjutnya Terserah Obama'
- Obama Tunda Lagi Kedatangannya ke RI
Kurs BI :












