

(ist)
INILAH.COM, Medan - Dalam sidang sebelumnya, pengacara pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) mempertanyakan bedanya tanda tangan para penyidik. Ternyata perbedaan tanda tanya tersebut masih terlihat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Kami melihat banyak kejadian seperti itu, satu penyidik tetapi berbeda tanda tangan," kata ketua tim pengacara pendukung Protap, Otto Hasibuan, usai persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (15/9).
Perberbedaan tanda tangan penyidik itu, menurut dia, membuat pihaknya meragukan kebenaran proses pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi-saksi dalam kasus unjuk rasa pendukung Protap tersebut. Seperti, dicontohkan dia, BAP ketua pemrakarsa pembentukan Protap, GM. Chandra Panggabean yang ditandatangai penyidik yang bernama M. Rizal.
Dalam BAP tersebut, Otto melanjutkan, ada beberapa keterangan saksi dari Dinas Kesehatan Kota Medan yang bernama dr. Hj, Erni Risvayanti yang diberkas berbeda oleh satu penyidik tetapi tanda tangannya berbeda.
Karena itu, ditambahkan dia, pihaknya menduga ada praktik pemalsuan BAP yang dilakukan penyidik. "Ketika kami tanya ke jaksa, mereka tidak mampu menjawabnya," ujar Otto.
Menurut dia, pihaknya akan mempertanyakan kejadian itu. Karena BAP keterangan saksi merupakan sesuatu yang sangat penting dan merupakan unsur dasar seorang jaksa dalam menuntut terdakwa di persidangan.
Meski demikian, ia mengungkapkan, tim penasehat hukum Protap tidak bersedia menjelaskan siapa yang bertanggung jawab dengan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan itu. "Hanya pihak kepolisian dan kejaksaan yang lebih berhak menjawabnya," tuturnya.
Sebelumnya, massa pendukung Protap berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut pada 3 Pebruari 2009 untuk meminta anggota dewan melakukan siding paripurna guna mengesahkan pembentukan provinsi baru itu. [*/jib]
- Panda Wajibkan Anggota PDIP Pilih Miranda
- Anand Tiba di Polda Metro Sembunyi-sembunyi
- Anand Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro
- 5 Saksi Pertama di Sidang Dudhie Makmun Murod
- Istri Adang Daradjatun Siap Bersaksi di Sidang
- ICW Endus Intervensi SP3 Kasus KBRI Thailand
- Tak Bela Kader 'Koruptor', PDIP Cueki Dudhie
- 2 Jenazah Teroris Tertahan
- Inilah Teroris yang Tertangkap Hidup-hidup di Aceh
- KPK Akui Ada Hambatan Usut Korupsi Politisi Demokrat
- ICW Minta Satgas Pemberantasan Korupsi Kaji Adik Ayin
- Waspadai, Jaringan Teroris Masuk Birokrasi
- Mobil Terbakar di Cawang
- HMI Makassar Minta Ganti Rugi Motor
- Nama Anggota DPR Dicatut
Kurs BI :












