

(the.sun.co.uk)
INILAH.COM, Jenewa – Sejak dinyatakan sebagai epidemi dunia, virus H1N1 alias flu babi belum berkurang bahayanya. WHO mencatat, 5.000 penduduk dunia tewas akibat penyakit ini.
“Per 18 Oktober, kami mencatat korban tewas akibat H1N1 di seluruh dunia mencapai 4.999 orang dan sebagian besar dari mereka berada di belahan bumi bagian Barat. Jumlah ini meningkat 264 orang dibandingkan data terakhir pekan lalu,” demikian pernyataan WHO yang dilansir dari situs resminya, Sabtu (24/10).
Islandia, Sudan, Trinidad dan Tobago melaporkan kematian pertama flu babi, pekan ini. AS melaporkan 46 dari 50 negara bagian mereka terjangkiti dan sedang memasuki gelombang kedua. Selain AS, dua negara yang terparah adalah Kanada dan Meksiko.
Sebagian besar orang sembuh tanpa perlu perawatan khusus, seperti layaknya flu biasa. Namun virus ini menjadi berbahaya jika menyerang anak-anak. Menurut Pusat Kendali dan Penyebaran Penyakit AS (CDC), hampir 25% kematian adalah anak-anak dan orang dewasa di bawah 25 tahun.
Sementara produksi vaksin berjalan dengan lambat. Akibat penundaan produksi tersebut, pemerintah harus mundur dari perkiraan awal yang optimistis bahwa sebanyak 120 juta dosis vaksin akan tersedia pada pertengahan Oktober. [vin]
- Obama Tiba, Bandara Bali Tutup 1 Jam
- Muhammadiyah: Fatwa Haram Rokok Bukan Pesanan Luar Negri
- Arroyo Puji Indonesia Karena Tembak Mati Dulmatin
- Setelah Sumut & Malut, Jepang Utara Digoyang Gempa
- Kesehatan Presiden Mesir Makin Membaik
- Bom Bunuh Diri Meledak di Penjara Afgan, 30 Mati
- FBI-Komisi Nuklir Selidiki Pria Diduga Al-Qaeda
- Bom di Afghanistan Tewaskan 6 Warga Sipil
- Korban Bom Bunuh Diri Pakistan 57 Orang
- Wah... Di Belanda Sakit Dapat Pelayanan Seks
- Persiapan Menyambut Obama Hampir 100%
- Deplu Tunggu Kepastian Gedung Putih
- Maya Soetoro: Obama ke Jakarta 21 Maret
- Jihad Jane, Kehebatan Al Qaeda
- Gedung Putih: Obama Tunda Kunjungan ke Indonesia
Kurs BI :












