Senin, 15 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Politik
 
15/11/2009 - 22:04
Gubernur Sulsel Pimpin Golkar Sulsel
Salviah Ika Padmasari
Syahrul Yasin Limpo

INILAH.COM, Makassar - Syahrul Yasin Limpo akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2009-2013. Syahrul terpilih melalui pertemuan musyawarah untuk mufakat di salah satu ruangan pertemuan terbatas di Hotel Imperial Aryaduta.

Pertemuan yang melahirkan keputusan terpilihnya Gubernur Sulsel ini di Makassar, Minggu (15/11), dihadiri 24 ketua DPD II Partai Golkar se-Sulsel dan organisasi-organisasi sayapnya.

"Hasilnya yah Syahrul Yasin Limpo terpilih secara aklamasi," ujar Sekjen DPP Golkar Idrus Marham singkat usai menutup pertemuan tersebut. Saat ditanya soal Ilham Arif Sirajuddin yang juga walikota Makassar dan satu-satunya rival Syahrul dalam perebutkan kursi ketua ini, Idrus mengatakan, Ilham Arif Sirajuddin tetap duduk di jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel namun belum diketahui duduk di posisi apa.

Idrus yang tulen asal Sulawesi Selatan ini juga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut juga ditentukan ada lima formatur. Mengenai orang yang duduk di posisi formatur ini belum diketahui pasti namun salah satunya adalah ketua terpilih.

Soal Partai Golkar Sulsel ke depan, kata Idrus, sebagai salah seorang Sulsel dan saat ini memegang posisi Sekjen, tetap mengharapkan Sulsel jadi simbol lumbung Partai Golkar. Sebelum pertemuan yang melahirkan suara aklamasi untuk Syahrul ini, agenda pemilihan ketua dijadwalkan pukul 14.30 wita namun masih diwarnai suasana dua kali skorsing. Skorsing terakhir dari ketukan palu sidang Nurdin Halid, selaku pimpinan sidang selama 30 menit.

Namun, kurang lebih tiga jam sidang belum dibuka dan dimanfaatkan dengan pertemuan terbatas. Pertemuan alot karena baik Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arifin Sirajuddin sama-sama ngotot, tidak ingin mundur dan sama-sama tidak ingin maju dan menyerahkan keputusan berikutnya ke pihak DPP.

Sebelumnya, Ilham Arif Sirajuddin dalam pandangan umumnya menyebutkan, jika pemilihan ketua dilakukan selain vooting maka siap mundur. Sementara Syahrul inginkan musyawarah untuk mufakat. Kemudian, dari pandangan umum yang penuh ungkapan bersayap ini mendorong Nurdin Halid selaku pimpinan sidang untuk menskorsing sidang dan akhirnya aklamasi betul-betul terjadi seperti dugaan semula.

Sementara itu, sejak siang massa pendukung kedua kandidat ketua ini berhadap-hadapan di depan Hotel Imperial Aryaduta. Pada intinya mereka memprotes pihak DPP PArtai Golkar yang dinilai sangat jauh mengintervensi Musda. [mut]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !