

(inilah.com /Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta - Dorongan publik agar Presiden SBY melaksanakan rekomendai tim 8 semakin besar. Bila aspirasi publik itu tak tersuarakan, SBY harus siap mengatasi situasi chaos.
"Chaos akan lebih besar kalau presiden membiarkan ini. Meskipun para demonstran tak anarkis, masih tertib," kata anggota ICW Febridiansyah kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (15/11).
Tidak hanya persoalan Chandra-Bibit saja, sambungnya, publik akan marah karena beberapa hak ketidakadilan selama ini. Misalnya, soal kasus Anggodo Widjojo yang tetap berkeliaran, Polri tak menahan adik dari buronan KPK Anggoro Widjojo itu.
"Belum lagi soal skandal Bank Century. Ini sangat membuat rakyat marah. Karena mereka korban kebusukan aparat penegak hukum," ungkap dia.
Menurutnya, imej buruk publik terhadap Kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga pemerintah lainnya tidak bisa disalahkan. Itu akibat dari oknum aparat yang memanfaatkan kekuasaan, sehingga mematikan sistem hukum dan keadilan RI.
"Oleh karenanya, kemarin soal pidato Presiden SBY yang memasukkan protfram dalam rangka peningkatan upaya pemberantasan korupsi lewat SMS ganyang mafia, itu harus dibuktikan sekaranglah saatnya," papar Febri.
Ia berharap SBY tidak berhenti pada pidato semata. "Perombakan yang mendasar harus dilakukan di lembaga Kejaksaan dan Kepolisian. Tidak cukup mencopot Susno dan Ritonga saja," imbuhnya.
Masyarakat, lanjut Febri, bergolak bukan karena sosok Chandra dan Bibit. Tapi alasan penahanan keduanya yang membuat masyarakat membenci Polri. "Mereka kan membandingkan dengan Anggodo kok masih bisa berkeliaran? Makanya inilah bukti presiden adil atau tidak," tukasnya. [ikl/mut]
- 2 Orang Dikabarkan Tewas
- 2 Jenazah Pengawal Dulmatin Terlantar di RS Polri
- Dar Der Dor...Polisi Baku Tembak dengan Teroris di Aceh Besar
- Inilah 6 Titik Lokasi Latgab TNI-Polri
- Pengamanan Obama Lebih Heboh Dari Bush
- Komisi I DPR: RI Mampu Swasembada Pistol
- Keluarga: Dulmatin Bukan Teroris Tapi Mujahid
- Boediono Akan Jemput SBY di Halim Pukul 15.00
- DPR Salah Tembak Boikot Sri Mulyani
- Dilema DPR Boikot Sri Mulyani
- Presiden SBY Temui PM Papua Nugini
- Jenazah Dulmatin Sudah Dikubur
- Polri Bantah Tembak Mati 3 Teroris
- Ibas Jadi Wapres, Guyonan Politik Sindir SBY
- FPI: Tobatlah Tifatul!
Kurs BI :












