Kamis, 18 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12595.4
 
Politik
 
25/11/2009 - 09:14
Ada Anggota DPR Jadi Markus di Kasus Century?
djibril mohammad
Ruhut Sitompul
(inilah.com/Dokumen)

INILAH.COM, Jakarta - Sinyal mulai muncul. Bahwa, di kalangan anggota DPR RI periode 2009-2014 yang baru beberapa bulan dilantik, ada yang mulai terindikasi jadi makelar kasus alias markus. Termasuk dalam proses Hak Angket Century ini.

Kasus Bank Century, secara implikatif tidak berdiri sendiri. Ada pecahan-pecahan yang juga mengait pada kasus-kasus korupsi yang lain. Nah, di sinilah mulai muncul sinyal ada anggota DPR, yang mulai buka praktik jadi Markus.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul. ''Saya mencium adanya praktik markus di beberapa kasus korupsi. Terutama yang terkait dengan isu mutakhir. Termasuk kasus Century,'' kata Ruhut.

Saat ditanya siapa anggota DPR yang buka praktik markus alias makelar kasus, Ruhut mengatakan tidak etis menyebut

nama. Tapi, dari prilaku anggota dewan sudah bisa dideteksi bahwa dia itu sudah buka praktik markus.

''Ciri yang pertama, adalah anggota DPR yang namanya terkait dengan kasus-kasus korupsi masa lalu. Nah, mereka sekarang kan bebas. Saya lihat sudah mulai mengarah untuk menjadi markus,'' kata Ruhut.

Lalu, yang kedua, dan yang paling kentara adalah anggota DPR yang tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum.

Tiba-tiba bicara tentang hukum. Jadinya malah mirip seperti orang yang sedang berpantun.

Anggota yang disinyalir markus itu ada di Komisi berapa?

''Mereka tersebar. Hampir di semua fraksi ada yang terindikasi buka praktik markus,'' kata Ruhut.

Termasuk Fraksi Partai Demokrat?

''Ya, termasuk di Fraksi Partai Demokrat. Sinyal itu ada,'' kata Ruhut lagi.

Nah, indikasi yang ketiga adalah, sudah terlihat beberapa anggota DPR yang bersikap berlebihan ketika ada pejabat. Ada yang begitu getol membela pejabat, ada juga yang pasang badan jika harus berhadapan dengan kelompok yang mengkritisi kebijakan pejabat.

''Malah ada anggota dewan, yang melayani pejabatnya sudah keterlaluan. Sampai-sampai, setelah rapat dengan pejabat, anggota dewan itu mengantarkan ke mobil sambil membungkuk-bungkuk. Sampai-sampai bukain pintu segala. Yang begini ini ada potensi jadi markus,'' kata Ruhut.

Nah, indikasi keempat adalah adanya anggota DPR yang jarang datang. Mereka datang hanya untuk tanda tangan, setelah itu menghilang. ''Yang seperti ini, ada potensi bikin nego-nego di luar gedung DPR,'' katanya.

Jadi, siapa anggota DPR yang jadi markus?

''Itu tugas Anda untuk mengungkap,'' kata Ruhut pada INILAH.COM.[jib/ims]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !