

(voanews.com)
INILAH.COM, Cotabato - Jumlah tewas korban pembantaian massal politis terbesar di Filipina telah mencapai 52 orang. Sejumlah besar di antaranya adalah jurnalis.
"Kami tak main-main, hukum akan ditegakkan disini," papar Presiden Gloria Macapagal Arroyo ketika mengetahui jumlah korban yang ditemukan pada hari kedua ini bertambah banyak, seperti dikutip Straits Times, Rabu (25/11).
Arroyo menolak mengomentari lebih lanjut mengenai dugaan polisi, bahwa pelakunya adalah Walikota Datu Unsay, Andal Ampatuan Jr, putra Gubernur Provinsi Maguindanao, sekutu politik Arroyo.
Sejumlah asosiasi jurnalis internasional mengutuk kejadian itu, karena diduga setidaknya 20 jurnalis berada di antara para korban.
Laporan awal kepolisian menyebutkan penemuan 24 jasad yang diberondong peluru, lainnya ditemukan pada kuburan massal yang digali asal-asalan. [vin]
- Ajak Ngeseks Via Facebook, Kakek Divonis 100 Tahun
- RUU Kesehatan Obama Lebih Penting Ketimbang Jakarta
- Unjuk Rasa Thailand Rugikan Industri Pariwisata
- Cerita Tentang Cewek
- Kunjungan Obama Molor Karena RUU Kesehatan
- PBNU: Tak Perlu Tolak Obama
- 'Obama Tak Beda Jauh dengan Firaun'
- Kunjungan Obama ke Indonesia Ditunda Lagi
- "Ayahku Adalah Misteri"
- Kapal Perang RI-AS Bentengi Obama
- Laris Manis Buku Obama
- CIA: Al Qaeda Mulai Lemah
- Komandan AS Ingin Tangkap Osama Hidup-hidup
- Dimana Obama Menginap?
- Obama Sangkal Berseteru dengan Israel
Kurs BI :












