
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12561.9

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Aksi pendukung Kapolri yang sempat bentrok dengan massa KOMPAK lainnya mencoreng citra Polri. Bahkan, aksi itu bisa dianggap sebagai upaya pembusukan dari internal Polri.
Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali menilai aksi massa tandingan, seperti yang terlihat dalam aksi di Bundaran HI Minggu 29 November kemarin yang mendukung Kapolri dan menuntut dibubarkannya KPK dinilai bakal merugikan citra Polri.
Selain itu, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan aksi massa merupakan alat pembusukan untuk Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang dibuat oleh rivalnya sendiri di internal kepolisian.
"Saya khawatir meski ini mendukung Kapolri, bisa jadi ini pembusukan untuk Kapolri," ujar Effendy kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (30/11).
Massa yang mengatasnamakan masyarakat umum, namun enggan mengidentifikasi dari organisasi apapun itu terkesan sebagai massa bayaran. Mereka menuntut dibubarkannya KPK dan mendukung Kapolri. Tidak hanya itu mereka berusaha membubarkan aksi yang dilakukan oleh KOMPAK. Sementara aksi KOMPAK sendiri tidak mengusung isu KPK, namun menuntut pengusutan kasus Bank Century.
"Itu berbahaya bagi Kapolri, kesannya membenturkan rakyat. Sepertinya ini konflik internal Polri. Ada oknum di dalam tubuh Polri yang tidak senang dengan kebijakan Kapolri," terang Effendy. [van/jib]
- HMI Makassar Minta Ganti Rugi Motor
- Nama Anggota DPR Dicatut
- Bachtiar Chamsyah Juga Terjerat Korupsi Sarung
- Inilah Aliran Travel Cek Pemilihan Gubernur BI Miranda Gultom
- Hati-hati! Pakai Sirine Bisa Dipenjara
- Presiden Obama Bukan Target Teroris
- Polisi Tak Serius Berantas Teroris
- Berkas Robert Tantular Dikembalikan Kejagung
- Herman Kembalikan Uang Pemda DKI Rp600 Juta
- Polri Persilakan Demo Sambut Obama
- Polri Tunggu Keluarga 2 Jenazah Pengawal Dulmatin
- Kejagung Stop Penuntutan Perkara Kakak-Adik Ayin
- Polda Metro Telusuri Blog Tentang Merakit Bom
- Jaksa Minta 10 L/C di Bank Century Dilengkapi
- Kantor YLBHI Diserang Massa Tak Dikenal












