

INILAH.COM, Jakarta - Banyak topik yang dibicarakan George Soros dengan Wakil Presiden. Salah satunya pendiri Open Society Institute itu berharap demokrasi di Indonesia dapat lebih hidup.
"Saya datang ke Indonesia untuk melakukan review terhadap Yayasan Tifa, yang saya support, yang didedikasikan untuk open society (masyarakat terbuka)," katanya, usai diterima Wakil Presiden Boediono di Jakarta, Rabu (10/2).
Yayasan Tifa merupakan salah satu yayasan yang menjadi mitra Soros di Indonesia. Saat menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres hari Rabu , Soros juga ditemani Yuli Ismartono dari Yayasan Tifa.
Menurut Soros, Yayasan Tifa telah bekerja dengan sangat baik dan berharap Yayasan Tifa dapat ikut membuat proses demokratisasi di Indonesia berjalan lebih aktif. "Open Society Institute mendukung penuh. Kami juga berharap Yayasan Tifa dapat memberikan kontribusi agar demokrasi lebih hidup," imbuhnya.
Soros merupakan pialang dunia yang juga salah satu orang kaya di Amerika Serikat. Menurut majalah Forbes edisi September 2009, Soros termasuk dalam urutan nomor ke-15 orang kaya Amerika dengan total kekayaan 13 miliar dolar AS.
Dia merupakan orang terkaya papan atas Amerika mewakili hedge fund. Peringkat Soros berada dibawah para taipan lainnya. Nomor satu adalah Bill Gates, pendiri Microsoft dengan kekayaan 50 miliar dolar AS. [*/jib]
- PKS: DPR Ancam KPK Selesaikan Century
- Megawati: PDIP Selalu Taat Hukum
- Anis: KPK Lamban Tangani Century
- Keluarga Politisi PDIP Aberson Akui Cairkan Cek BI
- Kwik Ungkap Ada Perintah Megawati Pilih Miranda Gultom
- Kwik Kian Gie: Di PDIP Banyak Koruptornya!
- Polda Metro Sita 139 Tabung Gas Oplosan
- Presiden SBY Kumpulkan Menteri di Istana
- PBNU: Penolak Obama Tak Islami
- Mega Pertanyakan Konsistensi KPK
- Latgab Antiteror TNI-Polri Resmi Ditutup
- Mabes Polri Gelar Perkara L/C Bodong Misbakhun
- Massa Golkar Muarojambi Hadang Akbar Tandjung
- Petisi 28: Obama Bawa Kepentingan Kapitalis
- Enam Demo di Awal Pekan Jakarta
Kurs BI :












