
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

INILAH.COM, Jakarta – Kesempatan untuk mendownload Windows 7 beta secara gratis sudah dihentikan. Microsoft yang sedianya membatasi hingga Januari setelah mencapai 2,5 juta download, menambah tiga pekan karena permintaan yang tinggi.
Meskipun download Windows 7 beta telah berakhir, tapi Microsoft akan terus menyediakan product key bagi yang belum mendapatkan. Tapi untuk yang berlangganan MSDN dan TechNet tetap memiliki akses ke Windows 7 beta.
Windows 7 akan memiliki dua versi utama Home Premium dan Professional. Kampanye iklan akan ditekankan pada dua edisi itu dan Microsoft yakin 80% akan memilih versi ini.
Home Premium direkomendasikan untuk konsumer. Sementara Profesional ditujukan bagi bisnis kecil dan yang membutuhkan fitur lengkap. Untuk konsumen spesifik, juga tersedia Windows 7 Starter, Windows 7 Home Basic dan Windows 7 Enterprise.
Starter ditujukan untuk user yang tidak melakukan banyak hal pada PC nya. Selain itu edisi ini juga ditujukan untuk PC dengan kemampuan hardware terbatas. Sebagai contoh, Starter hanya mengijinkan tiga aplikasi berjalan bersamaan. Rata-rata PC baru yang dijual secara OEM disertakan versi ini.
Home Basic juga banyak ditawarkan oleh OEM untuk value PC di pasar yang tumbuh serta enterprise. Versi ini juga memiliki fitur keamanan dan managemet yang lebih baik.[ito]
- Qiblalocator.com Cara Mudah Tentukan Arah Kiblat
- User FB Ngaku Allah, Timur Tengah Gaduh
- Paksa Klien Beriklan, Situs Yelp Dituntut
- ChatRoulette.com Meroket Berkat Pria Kesepian
- Pengawas Kualitas China: Laptop HP Cacat
- Pendiri Facebook Buat Jejaring Sosial Baru
- Domain Paling Dicari Sex.com Batal Dilelang
- Ajak ABG Seks di Internet Penjara 100 Tahun
- Pria Texas Lumpuhkan 100 Mobil Lewat Internet
- Internet Jadi Alat Suami Jual Istri
- Microsoft Mulai Pamer Internet Explorer 9
- Awas, Virus Pencuri Password Serbu Facebook
- Model Tuntut Facebook Soal Foto 'Sangat Pribadi'
- Sony Corp Somasi Sony AK untuk Dongkrak Image?
- Facebook Timbulkan Kerugian Rp18,7 Triliun












