

(istimewa)
INILAH.COM, Makassar – Kabar penjarahan hasil laut taman nasional (TN) Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beredar luas di situs jejaring sosial Facebook.
Seorang pengguna Facebook, Andi Aisyah (35), dalam catatannya mengaku menerima SMS melalui kawannya dan mengabarkan oknum aparat kepolisian yang bertugas di Bajoe dilaporkan membekingi pengambilan bambu laut dan akar bahar di kawasan konservasi Takabonerate.
Bahkan, kabarnya oknum petugas tersebut diduga telah menjarah hasil laut yang terdapat di daerah pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulsel.
Dilaporkan juga bahwa pihak Jagawana (Penjaga Kawasan Kehutanan) di sekitar taman laut Takabonerate tidak bisa berbuat banyak, akibat keterbatasan personel dalam melakukan pengawasan.
Sejumlah pengguna layanan jejaring sosial itu mulai memberikan komentar dan menyesalkan adanya dugaan penjarahan yang melibatkan oknum polisi itu.
Hal itu seperti yang disampaikan Rul Amirullah Tahir yang mendesak pihak-pihak terkait mengusut dugaan penjarahan hasil laut itu.
"Polisi dan Dinas terkait harus turun tangan mengawasi, percuma promosi festival Takabonerate kalau sumberdaya laut habis dicuri. Ini isu internasional, pemkab, pemprov, Menteri Kelautan harus responsif," demikian ungkap Rul dalam posting di Facebook.[*/ito]
- Saatnya Mempensiunkan Internet Explorer 6
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Motorola Pakai Android tapi Gunakan Bing
- Prototipe Tablet Murah Rp1,9 Juta
- Facebook Tolak Permintaan Maaf Daily Mail
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung
- Ditangkap, Pembuat Video Elton John Harus Mati
- Delik Aduan Persulit Berantas Software Ilegal
- Situs Download Terbesar Ditutup oleh Polisi
- RPM Konten Tak Bisa Usir Hantu Terorisme
- Akankah .Xxx Lolos Sebagai Domain Porno?
- Guru Populer di FB Lakukan Pelecehan Seksual
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Nobel Komputasi Jatuh ke Pionir Desainer PC
- Halaman FB Polisi Berisi Gay Penjaja Seks
Kurs BI :












