
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

INILAH.COM, Jakarta- Israel untuk pertama kalinya menampilkan koleksi koin langka yang hangus terbakar dalam penghancuran Bait Allah oleh bangsa Romawi, hampir 2.000 tahun yang lalu.
Sekitar 70 koin ditemukan dalam sebuah penggalian di situs suci Yerusalem. Koin itu memberikan gambaran selintas ke masa pemberontakan Yahudi, yang pada akhirnya mengakibatkan penghancuran Kuil Yahudi kedua pada tahun 70 M, kata Hava Katz, kurator pameran.
Orang-orang Yahudi memberontak terhadap Kekaisaran Romawi dan mengambil alih Yerusalem pada tahun 66 M. Setelah mengepung Yerusalem, Roma menerobos tembok kota dan menyapu habis pemberontak, kemudian menghancurkan Bait Allah, sebuah situs yang paling suci dalam judaisme.
Koin perunggu yang ditemukan itu tersimpan dalam kotak kaca, sebagian meleleh menjadi bopeng sulit dikenali dan terkarbonasi dari api yang menghancurkan Bait Allah.
"Ini benar-benar menunjukkan dampak kehancuran Yerusalem pada abad pertama," kata Gabriela Bijovsky, ahli koin antik dari Israel Antiquities Authority. "Ini adalah contoh dramatis dari kehancuran yang sangat jelas."
"Koin terpenting yang kita miliki dari empat atau lima tahun terakhir dari zaman pemberontakan melawan tentara Romawi. Dan satu koin yang kami temukan, benar-benar dicetak sesaat sebelum kehancuran Bait Suci kedua," katanya.
Koin itu digali dari sebuah jalanan kuno di bawah Gunung Bait Suci, kata para ahli. Arkeolog harus mengais puing-puing dan mengeluarkan batu-batu besar sebelum mereka menemukan jalan menuju tumpukan koin.
Saat ini kompleks Masjid Al Aqsa berdiri di atas reruntuhan kuil. Umat Muslim merujuk situs tersebut sebagai tempat suci. Klaim yang saling bertentangan menjadikan situs tersebut salah satu isyu besar dalam konflik Israel-Palestina.
Koin tersebut merupakan bagian dari pameran di taman arkeologi Yerusalem, yang menunjukkan koleksi koin antik yang ditemukan selama tiga dekade belakangan.
Koin yang dipamerkan tidak hanya berasal dari Yerusalem. Beragam koin dari Eropa, Afrika Utara dan Persia yang ditemukan di sekitar situs suci dari berbagai periode juga ditampilkan.
"Ini menunjukkan karakter internasional dari kota," kata Katz. "Ini menunjukkan pentingnya Yerusalem bagi generasi-generasi mendatan, pentingnya Yerusalem tidak akan pernah pudar bagi umat Yahudi, Kristen dan Muslim," katanya.[ito]
- Mengapa Musim Semi Bulan Maret?
- Astronom Temukan Planet Rumah Baru Manusia
- Gempa Chile Tak Geser Arah Kiblat
- UFO Misterius Bingungkan Peneliti
- Peneliti Temukan Jejak Penjelajah Lunokhold 2
- Binatang Mirip Reptil Pemakan Dinosaurus
- Tiap Detik Pria Produksi 1500 Sperma
- Ditemukan Fosil Dinosaurus Mengerikan
- Jubah Tembus Pandang 3D Segera Terwujud
- Ditemukan, Kuil Tertua di Dunia
- Flores Pernah Dikuasai oleh Hobbit
- Mumi China Bermuka Eropa Pukau AS
- Wanita Lebih Suka Pria Berwajah Feminim
- Kuburan Luar Biasa di Gurun Tibet
- Pemerintah Kurang Dukung Pengembangan Robot












